Smalling : Meme yang berubah menjadi Momok

watch_later Monday, 28 October 2019






Berada dalam keadaan dimana ekspektasi tinggi dari fans Man United membuat smalling rasanya mendapatkan banyak sekali tekanan dan ekspektasi. Terlebih dimana smalling merupakan hasil dari didikan asli akademi Manchester United. Berada dalam lingkungan yang tidak memberikan ruang bagi satu kesalahan kecilpun, bermain di Manchaster United mungkin sangat sulit rasanya bagi smalling merasakan rasa nyaman untuk posisinya.


Beberapa kali kesempatan smalling mendapatkan kesempatan menjadi first time, namun dalam perjalanannya selalu tak berbuah manis bersama Manchester United. Bahkan durasinya bersama tim utama lebih banyak menghasilkan meme ketimbang prestasinya dalam menjadi jendral lini pertahanan.

Karakteristik Smalling memang cukup unik, saya jarang menonton Manchester United namun ketika smalling bermain untuk Roma, ada hal yang mungkin saya lihat berbeda dari stigma yang sering dikatakan oleh fans red devils tentangnya. Secara postur tubuh yang tinggi tentu membuatnya bukan tipikal pemain yang lihai dalam berlama - lama memegang bola, selain itu, tubuhnya yang cukup cungkring membuat smalling juga bukan tipikal pemain bertahan yang memiliki body charge yang cukup kuat menahan gempuran dari otot-otot penyerang gempal. Dengan tubuh yang lebih ramping, duel adu body adalah kelemahannya. Namun disisi lain, ada beberapa nilai plus yang saya lihat smalling memiliki kelebihan, salah satu diantaranya adalah speed dan quick making decision. Dalam bertahan, ini juga memiliki elemen penting dalam menjadi faktor kekuatan bertahan.

Smalling memiliki kemampuan dalam posisi yang unik, dikatakan unik karna kadang dia bener-bener out of position yang bisa menguntungkan tim lain. Tapi sering efektif dalam menahan serangan, dalam membaca serangan dari lawan smalling cukup lihai untuk mendikte permainan. Banyak pemain yang sulit menembus pertahanan smalling karna pergerakan yang mudah terbaca bagi smalling. Selain itu, kecepatannya dalam menekan lawan adalah salah satu kunci penting, tackle tackle penting sering dilakukan smalling dalam waktu waktu genting.

Banyak yang tidak tahu bahwa smalling salah satu pemain yang sangat diminati arsene wenger kala itu, untuk mengisi kuota english player di premier league tentunya. Namun poros pertahanan di arsenal sebenarnya tidak sebagus apa yang diharapkan dengan nama-nama baru. Alasan tekanan dari fans arsenal lah yang menyebabkan arsene wenger mengurungkan niatnya merekrut smalling, selain itu posisinya pun juga sedang tidak dalam favorit saat itu, maka gambling untuk smalling sulit direalisasikan arsene wenger kala itu. Mungkin saja, jika arsene wenger mencoba peruntungan menantang pertaruhannya dengan smalling, arsenal mendapatkan pemain yang sangat-sangat penting untuk mengisi rotasi pemain lini bertahan arsenal. Bahkan bisa diadu kemampuannya dengan Martesacker.

Bagi Manchester United, smalling adalah pemain rotasi yang sangat efektif ketika pertandingan sangat padat yang mengakibatkan pemain kelelahan. Smalling adalah pemain yang dibutuhkan Manchester United unuk mengisi kekosongan tenaga tempur agar fondasi bertahan mereka tetap terjaga. Terbukti beberapa kali smalling mampu memimpin pertahanan manchester united dengan apik, meskipun dalam beberapa kali kesempatan dirinya sering melakukan hal yang tidak perlu. Bahkan bisa mengakibatkan keuntungan bagi tim lawan. Memang tipikal pemain yang arsenal banget sih.

Namun Roma kehilangan manolas, kehilangan pertahanan yang punya jam terbang, punya kemampuan bertahan, tentu pengalaman bermain di level eropa juga penting. Profil smalling akhirnya muncul meskipun sempat diragukan banyak pihak. Seiring berjalannya waktu, smalling mungkin saja sudah tak tahan melihat tekanan yang besar terhadap dirinya, kesalahan demi kesalahan yang dia buat semestinya tak menjadi momok dirinya untuk bisa bermain apik.

Kali ini berbeda dengan berada di Roma, nampaknya smalling lebih leluasa dalam memainkan sisi bertahannya. Ketika di Premier League smalling sering mengalami kesulitan dan kontak fisik dengan lawan. Di Roma justru smalling lebih banyak melakukan intercept yang lebih taktikal. Sangat jarang smalling berduel, tapi disatu sisi kemampuan passingnya bisa diberikan acung jempol. Pasalnya banyak sekali meme bertebaran dalam timeline twitter mengenai kebodohan smalling dalam melakukan umpan pendek maupun jauh. Kakinya yang panjang nampaknya sedikit ada gejolak otot-otot dari sisa sisa lemak yang tertanam, mengakibatkan hantaran listrik yang ditransfer dari otak tidak sejalan dengan garis kakinya. Smalling yang lebih taktikal di roma jarang mendapatkan kesulitan namun sering mengalami situasi situasi genting. Inilah yang membuat smalling nampak nyaman dan berkuasa di lni bertahan roma. Dan sejauh ini, belum ada umpan umpan ngawur khas smalling yang muncul di Roma.

Rasanya smalling telah menemukan kadar kenyamanan di dalam Roma. Permanen bukan lagi halusinasi buat keduanya, jika sudah nyaman, mau gimana lagi