Kim Tae Ho : The Mastermind behind Yoo Jae Suk

watch_later Tuesday, 22 October 2019
Memahami situasi ini saya kembali ke belakang dimana yoo jae suk bertemu dengan kim tae ho PD (means producer). Hal yang selalu membuat saya berterus terang suka banget sama mereka adalah kerja keras mereka dalam membangun sebuah project, terutama bagaiman kim tae ho berusaha untuk mengerjakan sebuah project berdasarkan minat dan kemampuan yoo jae suk mengolah scriot tersebut. Dalam situasional komedi sekalipun sangat jarang ada sebuah acara tv yang sistemnya bersambung, apalagi kegagalan kita mengikuti programnya atau projetnya dari awal membuat kita sulit mengikuti. Tapi long run episode yang disuguhkan oleh kim tae ho really worth it to watch.

Kim tae ho selalu mengawali dengan project seperti mengetes air didalam respon nitijen korea sana, jika dirasa berpotensi banyak bahan atau object yang membuat komediannya bisa maksimal dalam melucu maka projectnya akan dilanjutkan dari step by step dan bagaimana proses untuk ke hasilnya diperlihatkan, dari bagaimana komedian tersebut belajar hal baru sampai proses ke tahap akhir misalnya jika dalam project musik hasil akhirnya tentu konser, nah dalam project tersebut komedian mendapati dirinya menemukan hal baru dalam belajar membuat lagu, dengan keluguannya dan tentu saja sense of humor yang mereka miliki, proses ini terlihat sangat menyenangkan karena banyak sekali yang bisa di explore oleh mereka, dari bagaimana mereka gagal menyanyi dengan nada tinggi adalah salah satu contohnya. Kim tae ho berhasil memberikan sentuhan kepada Yoo Jae Suk untuk mengembangkan potensinya menemukan objek objek untuk ditertawakan.

Banyak yang mengeluh ke saya ketika saya rekomendasikan acara tv ini, mereka menanyakan mulai darimana seharusnya menonton? terus terang i have no idea. silahkan mulai saja dimanapun yang dirasa cocok, kuncinya sih "willing to watch". Kalo menonton dalam pressure untuk langsung mencari humor yang ada, mungkin saya rasa akan kehilangan selera menonton. Sebaiknya, ikuti prosesnya, if you have the same taste of humor, you will understand it later. Bukan hal yang biasa saja kalo di Korea Selatan sana, yang terkenal itu justru bukan running man, tetapi justru infinity challange. running man hanya mampu naik ke rating kisaran 14-15% rata2 ketika mereka masih dipuncaknya kala itu, tapi infinity challange pernah sampai 20% dimana mencetak rating tv tertinggi untuk acara variety show.

Bagaimana memahami konsep acara tv nya?
Sebenarnya sederhana, produser kim tae ho memberikan arahan kepada komedian-nya untuk melakukan suatu project, dan project itu bisa long term bahkan bisa juga short term yang hanya ditayangkan dalam satu episode. Semua tergantung bagaimana kim tae ho mengemas, misalnya episode akhir tahun, mereka melakukan flash back apa yang sudah terjadi kebelakang, membahas apa yang sudah mereka lewati bersama, mungkin cukup satu episode untuk membahasnya. Namun dari situ, ada transisi dimana mereka sedang mengerjakan long term project, misalnya belajar menjadi pendayung, mereka tak pernah memegang dayung sebelumnya, lalu mereka belajar berproses untuk menjadi pendayung profesional dengan kapasitas kemampuan mereka yang terbatas. namun dari sini, mereka memberikan pesan moral,memberikan humor, dan belajar berproses.

Lalu suguhan itu terasa garing kalo ga ada support visualnya, ada beberapa hal yang membedakan, yang pertama adalah third person view. dimana kim tae ho memberikan komentar komentar layaknya nitizen memberikan komentar, namun uniknya third view ini memberikan penjelasan dan bahkan respon atas situasi yang ada. Misalnya yoo jae suk sedang malu - malu bertemu dengan artis yang dulu pernah ia idolakan, lalu third person view memberikan komentar bertuliskan "playboy sedang melakukan trik mautnya". And somehow it's really funny comments

Selain itu, adalah sisi editing bagaimana mereka menggambarkan mereka dalam keadaan malu dengan efek efek kamera serta editing yang mebuat suasana itu terasa pas. misalnya yoo jae suk malu, diberikan efek pipinya yang merah merona, bahkan sampai warnanya pink. lalu ada efek suara bayi yang menyarakan suara berpose gemes. Hal ini menambahkan suasana yang pas untuk menggambarkan hal itu terjadi.

Saya pernah menonton acara infinity challange streaming akan tetapi backsoundnya rusak/gagal upload yang menyebabkan hanya mendengarkan suara mereka saja. Saya sadar ternyata sebuah efek suara dan backsound adalah salah satu kunci kesuksesan variety show di korea, bahkan bisa menembus global. Karna dengan tidak adanya salah satu elemen tersebut, daya momentum untuk mencapai ekspektasi saya tidak terpenuhi.

Awal Mula Kim Tae Ho
Kim Tae Ho merupakan produser anyar didalam industri tv kala itu, dalam sesi wawancara infinity challange spesial. Dia mengatakan bahwa dia tak berharap besar pada apa yang sedang ia kerjakan kala itu. Bermateri cukup apik, Yoo Jae Suk, Noh Hong CHul, Jang Hyung Don, serta beberapa member melakukan sebuah misi demi misi dalam konteks sebuah tantangan. Dari tarik tambang dengan kerbau, Makan mie di Roller Coaster, sampai lari melawan kereta api.

Ada hal yang sangat mendasar yang tak banyak meniru acara tv lain, meminimalisir adanya bintang tamu adalah sebuah terobosan baru waktu itu, pasalnya belum ada variety show yang tidak mengandalkan bintang tamu untuk bisa bersinar dan mengangkat rating. Dengan konsistensinya kim tae ho percaya bahwa dengan fixed member akan memberikan lebih banyak interaksi yang lebih dalam dan bermakna diantara satu dan lainnya.

Kim Tae Ho juga mengungkapkan alasannya bahwa ia ingin melihat bagaimana fixed member ini melalui proses demi proses menjadi dia sekarang ini. Bahkan menunjukan sisi mereka dari mereka bujangan, sampai kepada level dimana mereka memiliki anak masing-masing. Dari bagaiaman Ha Dong Hon mengikuti wajib militer, sampai ia menikah dengan Byul. Kim Tae Ho ingin menunjukan sebuah pengalaman hidup yang panjang bagaimana para member tetap ini berproses menjadi manusia seutuhnya.

Namun yang menarik lagi, Infinity Challange menjadi salah satu pioneer dalam menjalankan produk third person view dalam subtitle subtitle yang ada di acara yang mereka bawakan. Semenjak itu, banyak variety show korea lainnya mulai mengikuti tren tersebut dan bahkan dikembangkan lebih besar, salah satunya adalah running man yang mampu menangkap hal tersebut. Ketika korea sedang melejit dengan K-Pop wave nya, Running Man mengundang idol-idol favorit yang secara tidak langsung menjadi iklan untuk memperkenalkan variety show mereka. Berawal dari ingin melihat idol favoritnya, akhirnya berujung menjadi menyukai program acara tvnya. Namun berbeda dengan Infinity Challange, mereka tetap dengan formasinya, tak heran jika ternyata dalam fanbase international yang lebih digandrungi justru Running Man ketimbang Infinity Challange.

Dibalik layar Kim Tae Ho
Kim Tae Ho adalah mesin penggerak bagaimana yoo jae suk memaksimalkan kualitas satir dan sarkasnya bisa mendapatkan punch line yang begitu fresh dan mengena. Hal ini perlu diperhatikan bagaimana kim tae ho menempatkan yoo jae suk selalu berada dalam keadaan yang unpredictable, inilah yang menyebabkan sebuah punch line yang benar benar murni keluar secara natural dari komedinya.

Alasan lain adalah kim tae ho berproses dan akhirnya mempelajari tentang sebuah ritme bit-bit yang terbilang akan lucu, dan atau akan sulit dikemas menjadi menyenangkan. Kadang seorang komedian pun mulai kehilangan akal atau kehilangan sentuhan dalam mengucapkan punch line komedi secara spontan, dan tentu saja bantuan editing dan pengemasan acara menjadi terlihat lebih hidup. Akan peran produser dalam men-direct sebuah acara dari ujung sampai selesai adalah tanggung jawab yang besar dalam menciptakan acara tv yang berkualitas.

Kim Tae Ho membuktikan hal itu, bahwa kombinasi yang ia pelajari adalah rumus variety show yang bisa dijalankan oleh siapa saja. Rahasianya adalah sebuah konsistensi dan unpredictable movement.