Gundala : Superhero yang gamau jadi hero

watch_later Sunday, 20 October 2019
Gundala (2019)
Runtime : 2h 3min
Genre : Action, Crime, Drama
Release date : 29 August 2019 (Indonesia)
Director: Joko Anwar
Writers: Joko Anwar, Harya Suraminata (based on the comic book by)
Stars: Abimana Aryasatya, Tara Basro, Bront Palarae



Sinopsis
Sejak kecil, sancaka memiliki kisah hidup yang kelam, memiliki hanya seorang ibu menjadi satu satunya harapan buat dia untuk tetap bertahan hidup. Namun kondisi untuk bertahan harus membuat ibunya merantau untuk mencari nafkah, alasan mencari nafkah membuat sancaka sendirian di rumah tanpa siapapun. Hal ini membuatnya bingung dan linglung bahkan harus menelan pil pahit bahwa ibunya tak kunjung tiba kerumah. Ia akhirnya memutuskan untuk pergi dari rumah dan mencoba bertahan hidup. ini aja deh sinopsisnya.

Quotes
"Saat damai saja museum sepi kayak kuburan, apalagi dalam masa seperti ini. Padahal museum lebih jujur daripada isi buku-buku" (Ghazul)

Comment
Saya coba mensiasati batin saya untuk mengatakan bahwa Gundala ini bagus, dengan banyaknya antusiasme dan tipikal yang optimis terhadap penayangan perdananya. Saya ajak teman saya untuk menonton film ini, agak sedikit canggung karna saya ngajak emang niat traktir teman saya yang sudah banyak membantu dalam banyak hal.

Niat saya ini kembali menarik perhatian saya karena pada dasarnya, saya ingin memiliki dua sudut pandang yang berbeda terhadap film ini, agar tak serta merta bisa membuat saya yakin atas apa yang saya alami.

satu hal, gundala memang dipermak dengan cara penceritaan yang unik, selain itu, lebih fresh dari biasanya. Beberapa hal diantaranya adalah joke joke yang dikeluarkan dari sisi joko anwar sedikit mengena buat penonton termasuk saya. Saya ketawa banget banget banget, waktu gundala naik motor king, bener bener legendari banget lah untuk menjadi "khas" indonesia. ketika anda menjadi superhero dan memiliki kekuatan petir, berada dalam keadaan genting dan berusaha untuk berada dilokasi kejahatan secepat cepatnya menggunakan kemampuan superhero nya adalah salah satu upaya, tetapi ketika ekspektasi itu dipatahkan dengan mengendarai motor king, saya bener bener tertawa terpingkal - pingkal. Sengaja atau tidak sengaja, joko anwar berhasil membuat saya merasakan kerja kerasnya mengerjakan film superhero yang satu ini.

Terlepas dari itu, gundala memiliki aspek dan karakter yang bisa dikembangkan lebih luas, dari bagaimana penggambaran mengapa sancaka memiliki kekuatan petir, sampai bagaimana mengembangkan sancaka terlihat canggung menggunakan kemampuan supernya pertama kali, terlihat realistik dalam menggambarkan naskah yang coba dibayangkan.

Akan tetapi,

Saya sering kali dikecewakan dengan cgi indonesia, terlebih dengan kemampuan grafik visualnya yang sangat mengganggu. Di dalam film ini, tidak ada yang mengganggu, karna sancaka jarang menggunakan kekuatan supernya, hehe. jadi? yaaaa ekspektasi saya sebelum menonton tentu berharap bahwa akan ada gebrakan dari film indonesia yang super action dengan ledakan dan tenaga tenaga super yang muncul, but yaah kita masih bermimpi untuk sedemikian hollywood.

memaklumi boleh saja, hanya saja, harapan akan selalu tinggi jika bagaimana gundala akan memimpin perang superhero di indonesia. sangat disayangkan kondisi peran grafik actionnya sangat langka dan buat saya pribadi, terlalu sederhana dan jauh dari ekspektasi.

Selain itu, masih ada. Ceritanya yang masih loncat loncat dan tak ada koneksinya. Sebuah cerita dikatakan cerita jika saling terkoneksi satu sama lain. Tapi disini, agak aneh sih, dalam cerita di gundala sering sekali riots dan chaos, dimana masyarakatnya mendemo, demo di pabrik, demo dipasar, demo, demo, demo, tanpa ada dasar dan koneksi yang kuat mengapa dan landasan apa yang membuat mereka demo, lalu, apa koneksinya dengan penkor, saya sedikit heran,dan tidak terkoneksi secara tersambung, karna ternyata dia adalah sponsor politikus. Jika memang yang didemo adalah bisnis penkor, seharusnya disitu dijelaskan lebih detail tentang mengapa itu saling terkoneksi.Jujur saya sedikit bingung saja dan kehilangan arah ditengah mengikuti cerita di film tersebut.