Blog ini adalah sebuah penyesalan

watch_later Sunday, 27 October 2019
 “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah”

Satu catatan kaki yang teman saya sematkan dalam blog pribadinya. Mengutip dari Pramoedya Ananta Toer, salah satu tokoh penulis yang terkenal, dan saya baru mendengar baru baru ini setelah teman saya menjadikan salah satu petikan tulisannya menjadi catatan kaki blog pribadinya.

Singkat cerita, dari sini , saya terinspirasi untuk menulis apapun bentuknya dari segi menceritarakan, pengalaman pribadi, sudut pandang saya terhadap sesuatu, puisi, atau bahkan tata cara dalam menggunakan sesuatu. Saya pikir dalam kutipan itu benar benar mengena dalam hati saya. Setidaknya salah satu dari sekian banyak quotes yang benar benar membekas di hati saya. Dari kutipan itu, saya sampai disini.

Udah lama sih sebenarnya menulis, tapi sejatinya tak terlalu ingin banget dimasukan kedalam blog. Karna dalam beberapa bagian yang hilang dalam memori saya, saya tak bisa memanggil kembali karna sudah tergantikan oleh sesuatu dan kenangan kenangan baru yang sudah saya lewati. Mungkin setidaknya saya ingat, tapi tak sepenuhnya hapal secara detail. Kadang saya merasa kasihan pada diri sendiri, karna pada saat itu, mengapa tidak saya tulis.

Saat ini saya berusaha untuk bisa menulis sebanyak banyaknya, dalam hal apapun bentuknya. Dan yang selalu menjadi hambatan buat saya adalah belajar menulis mengenai pengalaman dan cerita novel. Dua hal yang bener bener ingin saya dalami lebih. Terus terang kadang menulis menjenuhkan. Pada point tertentu saya ingin sudahi, tapi disisi lain saya selalu lapar untuk segera menuangkan hasrat menulis.

Berawal dari saya mengagumi seseorang, sejak saat itu, saya memutuskan untuk menulis puisi, menulis cerita, menulis sudut pandang, dan semua tentangnya tak terkecuali. Pada suatu padanan kata, saya sedang menunggu kesempatan itu datang kepada saya. Entah mengapa dalam beberapa konteks yang coba saya jelaskan dalam sebuah blog itu, ada sebuah kemungkinan dimasa datang bahwa saya bisa berakhir bersamanya. Sebuah keyakinan halusinasi yang semakin menjadi jadi dengan tulisan tulisan ngawur didalam blog.

Bertahan cukup lama sih, sekiranya ada sepanjang kuliah ada 50 lebih post yang mengutarakan perasaan saya kepadanya. Iya, semua tentang dia. Dan dedikasi saya sebenarnya tak terlalu ingin ditunjukan. Soalnya saya ga begitu pede ketika ketemu dengan orangnya, namun sangat yakin dimasa depan saya memiliki kesempatan untuk bisa bersamanya. Sebuah korelasi yang tidak dipikirkan sebelumnya. ya memang hati bukan matematika, sederhana dan tidak ingin begitu rumit.

Berjalan seiring waktu, saya pikir saya tak ingin hanya menulis untuk diriku saja.Saya mulai ingin mencari perhatian, membuat satu blog ini untuk bisa muncul ke publik bahwa saya suka menulis. Dengan tulisan pertama yang saya ambil dari posting "terbaik" versi saya, lalu saya upload ke blog ini sebagai post pertama saya. Lalu apa bedanya? yang membedakan adalah, blog ini menceritakan saya yang lain, saya yang ingin tunjukan kedalam publik. Saya ingin menulis sudut pandang saya terhadap sesuatu, bahkan kadang belajar menirukan profesional, ada maksud ingin untuk mendapatkan pundi pundi adsene.

Kadang tak sesuai rencana, tapi begitulah adanya. dinikmati. Konten memang tak melulu soal niche. Tapi saya belajar mengenai diri saya pribadi, yang jarang dan gagal untuk bisa mempertahankan konsistensi dalam menulis dan juga membaca. Bisa dihitung dengan angka dan kutunjukan dengan jari sudah berapa buku yang saya baca. Sangat minim. Dari literasi saya yang kecil, menyebabkan saya tak punya wawasan serta inspirasi dalam membuat sebuah karya. Namun saya yakini, ini adalah bentuk keoriginal-an yang tak sengaja ingin dibuat buat untuk memenuhi hasrat pembaca. Saya hanya ingin menulis, egoisnya, saya tak memikirkan bagaimana orang lain akan membacanya.

Lalu mulai menemukan ritme dalam menulis yang baru, namun ada satu hal yang coba ingin saya gambarkan dalam blog ini. Sejatinya blog ini adalah saya. Jika saya lemparkan sebuah lirik dalam posting, ada dua makna, yang pertama dengarkanlah, yang kedua, saya ingin kamu mendengarkan.

Atau mereview film, saya ingin menceritakan sudut pandang saya tentang film itu, sambil memberikan satu asumsi baru yang muncul dalam film versi saya, saya ingin menceritakan pengalaman tentang saya menonton film tersebut. Atau akhir akhir ini politik seru juga, saya tak bisa lepas dari bagaimana politik ini menjadi topik yang tak habis dalam pikiran saya, selalu menarik dan memberikan banyak inspirasi dalam menulis sudut pandang.

Sampai pada 2019 saya ingin mengganti alamat saya tak lagi menjadi blogspot. lalu ada rumahweb yang memberikan sebuah kesempatan baru suryanata.id . Semoga kedapan saya bisa memberikan banyak tulisan tulisan ngawur dari hati saya. Saya mencoba mencurahkan lebih banyak cerita sehingga disaat nanti, saya bisa memanggil sejarah yang ingin saya baca kembali.