Kimmy Hime : 16 Persen Penontonnya Dibawah Umur

watch_later Monday, 5 August 2019


Klik karna thumbnail adalah salah satu faktor yang menarik diperbincangkan para youtuber. Pasalnya dalam banyak konteks ini, sebagai media tentu berusaha bagaimana mengundang masa untuk bisa mengklik tautannya. Sederhananya, tentu saja bagaimana kita bisa memberikan sebuah pasar untuk produk kita sendiri.

Dalam dunia youtuber, click bait adalah bukan hal yang asing untuk disuguhkan sebagai pemancing viewer semakin banyak. Dari yang nyleneh sampai ke titik yang mengundang pertanyaan warga +62 ini. Sejauh ini, tak pernah pudar jika click bait berbau 18+ atau cenderung mengarah ke mesum. Karna ini pemikat terbaik menggaet jutaan viewer dalam sekejap. Selain youtube memiliki akses yang mudah digunakan, juga sebagai fasilitator kepada user untuk menikmati layanan video gratis online ini. Salah satu contoh yang paling sekarang ini menjadi pusat perhatian adalah Kimmy Hime.

Kimmy sudah bukan lagi menjadi pergunjingan tetapi sebagai bahan candaan kaum muda memberikan makna ganda terhadap apa yang sedang santer pada kimmy hime. Dengan perawakan payudara yang aduhai, menjadikan konten "game" yang dia usung menjadi bukan fokus utama buat viewernya. Cukup munafik jika seorang penggemar gamer menonton kimmy hime karna skill kemampuannya, yang notabene non-prestasi. Sekedar mencari hiburan sekali ciduk dua tiga air ditenggak, bisa lah menonton konten game sambil sange.

Dan Keminfo bersabda, Kimmy hime mendapatkan panggilan dari pemerintah untuk sosialisasi mengenai bagaimana menciptakan konten yang tidak berbau pornografi. kampanye keminfo ini cukup positif terkait dengan mulainya pemblokiran situs situs dewasa di Indonesia meskipun pada prakteknya masih bisa diakses dengan mudah jika kita mengganti ip addres kita menjadi wilayah luar negeri. Tetapi hal ini adalah cerminan positif dari pemerintah untuk menghambat laju pertumbuhan pornografi di Indonesia ini. Dan Kimmy hime adalah salah satu proyek positif lainnya untuk bisa menekan agar tak menjadi liar dan tak terkendali. Tapi,

Kimmy Hime merasa bahwa dirinya tidak bersalah dan mengakui bahwa konten yang dibawanya membawa sange para nitijen dan mengungkapkan "Saya bisa jelaskan, ini saya ada screenshoot yang saya sambil dari channel YouTube saya. Ini statistik yang cuma bisa dibuka oleh saya," kata Kime. Kimi menambahkan, berdasarkan statistik data dari akunnya, persentase terbesar penontonnya ada di usia 18 tahun ke atas. Baca juga: Polemik Konten YouTube Kimi Hime yang Dinilai Vulgar Paling besar di rentang 18-24 tahun dengan persentasi 50 persen, 25-34 tahun dengan persentasi 24 persen, dan 35-44 tahun dengan persentase 6,6 persen. Selain itu, umur 45-54 tahun dengan persentase 2,2 persen, 55-64 tahun dengan persentase 0,5 persen, serta 65 tahun ke atas dengan persentase 1,1 persen. "Total dari penonton saya itu yang di bawah umur, 13-17 tahun itu hanya di sekitar 16 persen. Jadi kalau misalkan faktanya penonton saya kebanyakan anak-anak, itu salah," kata Kime. dikutip dari kompas.com

It's not about the numbers, kim. It's all about how goverment trying to overcome the possibilities that a kid could acces your channel. And more than that, your content is not educated at all.

Bukan soal angka sih menurut gue, lebih kepada bagaimana seorang konten kreator itu seharusnya fokus pada bagaimana konten itu di deliver dengan baik. Misalnya konten game, setidaknya disitu ada tips and trik bagaimana menjadi champions di setiap game, atau ada pesan moral yang mungkin bisa mengarahkan para penggemarnya untuk lebih menuju ke hal yang positif. Dan untuk case kimmy hime,ga lebih dari tetek yang bikin sange penontonnya.

Dan bisa dibayangkan 16% dari berjuta juta viewer yang nonton kimmy hime adalah anak anak? damn it. Anak SMP udah bisa akses channel youtube dan dijaman itu ane waktu smp masih berada di era 3gp. hahahaha. well, kemudahan akses inilah yang menyebabkan 16% dalam range penonton itu sangatlah banyak kim. Buat saya,kalo 16% itu banyak, anda salah, anda menjurumuskan puluhan ribu anak di indonesia untuk nonton tetekmu secara gratis tanpa sensor. hmmm