Bumilangit Cinema Universe (BCU) : Latah Indonesia dengan Franchise Marvel?


Ambisi Besar
Bumilangit Cinema Universe atau disingkat sebagai BCU ini merupakan salah satu agenda besar yang digarap sutradara joko anwar. Sutradara nyentrik satu ini emang cukup jago dalam hal membuat film yang out of the box. Tapi kali ini, Joko Anwar mencoba untuk merambah pasar secara umum dengan rentang usia yag sangat besar, yaitu action sci-fi.

Bukan hanya itu saja, BCU akan menjadi film pertama yang menyajikan rangkaian series yang panjang dalam pagelaran film di Indonesia. Pasalnya baru selesai release trailer film baru Gundala, Joko Anwar sudah mengusung tingkatan yang lebih mewah dengan line up casting yang menjanjikan. Chelsea Islan, Nicholas Saputra, Dian Sastro, Pevita Pearce, Chiko Jerriko, Zara JKT48, sampai Joe Taslim ikut andil dalam bagian pengumuman Bumilangi Cinema Universe.

JAKARTA, KOMPAS.com - "Sensibilitasnya yang kita upgrade. Orang nonton fresh, tanpa ada sesuatu mereka sudah tahu. Untuk membuat sebuah produk film kita harus update sensibilitasnya," ujar Joko dalam jumpa pers di SCTV Tower, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (4/4/2018).

"Kekerasan di film ini minim," ujar Joko saat dijumpai dalam acara Meet & Greet Gundala di Atrium Mall Taman Anggrek, Jakarta Barat, Sabtu (15/6/2019).

Skeptis
Dari rangkaian dan histori film yang ada, saya selalu mempertanyakan hal ini pada diri sendiri. Indonesia ga mungkin berada di level hollywood yang penuh cgi ciamik. Saya masih percaya kalo film action ini lebih mengarah ke arah action-thriller seperti John Wick ataupun The Raid yang menyuguhkan martial arts yang ciamik. Tapi setelah mendengan komentar joko anwar, semakin skeptis dengan apa yang akan disuguhkan.

Joko Anwar dengan histori film garapannya memang cukup manis dengan film film underratednya, polesan polesan cerita serta plot dan karakter per karakter cukup kuat dan ok lah. Tapi untuk mengundang khalayak umum untuk menonton filmnya? saya rasa genre ini sangat sangat beresiko menenggelamkan karirnya. Maaf saja, jika saja Gundala gagal total dengan perolehan penonton dibawah ekspektasi. Bukan tak heran film selanjutnya akan mandeg dan hanya seutas mimpi. Atau mugkin di seri pertama bersama Gundala akan ramai, tetapi setelahnya hanya menjadi cibiran dan kritikan dari nitizen.

Saya rasa skeptis saya untuk mengatakan bahwa Indonesia belum berada di level Hollywood memang ada benarnya. Dalam tayangan trailer Gundala, beberapa part teramat mirip dengan sebagaimana trailer trailer Marvel yang bertajuk action-scifi. Hanya saja, scifi dalam Gundala bagi saya kurang menjanjikan. Aliran listrik yang dihantarakan Abimana dalam trailer tersebut tidak memunculkan efek realistisnya. Animasi yang halus namun tidak dibarengi dengan sentuhan "realistis"

Membandingkan Marvel Cinema Universe
Ketika Joko Anwar mengatakan, minim action, terus terang, saya malas menonton, saya bahkan tak menonton serial Justice League Batman vs Superman sampai sekarang karna kebanyakan cerita dan membosankan. Bahkan banyak yang protes kok mengenai minimnya action didalamnya. Semua memang tergantung sudut pandang, tetapi sebagai pembuat film seharusnya sadar akan pasar yang akan mereka ambil. Jika ia ingin mengambil penonton dari berbagai kalangan , harus ada elemen elemen yang menjadi daya tarik lebih, memang cerita adalah jawaban terbaik, namun jika gagal untuk menyampaikan pesannya, bukan tak mungkin akan dilempari tomat busuk di rotten tomattoes.

Marvel dalam membangun universe yang diawali dengan Iron Man tak serta merta mereka mengumumkan langsung bahwa ia akan membuat sequel Avenger dalam waktu dekat. Namun anda bisa lihat bagaimana development dari part satu ke part lainnya memang saling terkait, tapi didalamnya tidak memprediksi akan selalu berhubungan dengan satu sequel hero ke hero lainya atau tidak.

Dari setiap karakter karakter yang dibangun marvel selalu unik dan menarik untuk diulas, bagaimana robert downey jr benar benar berperan penuh sebagaimana ia menjalani kehidupan sehari hari layaknya karakter stark. Cukup nyentrik, cangkok, dan punya pikiran yang sangat dalam. ini penting, saya harapkan gundala menjadi captain america yang menjadi tulang punggung bumilangit dalam menjalankan misi menyelamatkan Indonesia.

Humor yang disuguhkan saya rasa saya akan memprediksi akan ada banyak guyonan guyonan dalam setiap action yang ada, mungkin akan lebih terdengar konyol, tapi jika kekonyolan itu dibungkus dengan bentuk menjadi tawa yang pecah, bukan tak mungkin Gundala akan menjadi first hits untuk melanjutkan project besar bumilangit. Yang penting sesuai dengan porsinya.

Pada titik ini, saya belum menemukan satu alasan mengapa Gundala akan menjadi film yang bagus, karna sejujurnya Joko Anwar adalah sutradara yang underrated. Selain itu, kapasitasnya dalam membangun cerita lumayan, tapi tidak menjadikan jaminan akan banyak meraup penonton yang masif. Terlebih, ini adalah film action-nya yang pertama. Dan paling besar bagi saya, alasan tersebesar, Indonesia belum siap memiliki film superhero. Tidak mungkin jika orang Indonesia untuk tidak membandingkan sebagaimana Marvel beraksi di dunia film, apalagi ditambah dengan cara bagaimana bumilangit ini memiliki konsep yang mirip dengan marvel. Well, antara latah yang cuma ikut-ikutan dengan film marvel atau memang sedang menantang film-film suguhan Marvel Cinema Universe, bumilangit?


Comments

Popular Posts