Belajar Ngomong

watch_later Thursday, 2 May 2019
udah dikasih jalan enak banget, suruh ajdi konsultan. bagi saya pribadi, ilmunya ga cetek cetek banget. minimal tau dasarnya dan alur ceritanya.

tapi dibalik itu semua justru kelemahannya lebih mendasar lagi, ga bisa ngomong.

Saya terbiasa dengan lingkungan yang diam, menikmati pembicaraan dengan daya pikiran jauh lebih sexy buat saya. Terlebih imajinasi menjadikan program unggulan dalam menjalani kehidupan sehari hari. Daya khayal terbagi dalam beberapa konteks yang membuat saya terus berpikir. Disaat saya berbicara dengan manusia, saya akan menggunakan akal pikiran secara normal. Jika saya berbicara dengan imajinasi, maka dunia maya saya terjeramah pada level dimana saya menjadi prontagonis disetiap penggalan cerita cerita yang sedang saya rangkai

Ok. Dosen saya, saya lupa namanya, ngajarin ilmu ekonomi, tapi ada satu pelajaran yang bener bener saya petik dari sana. Belajar untuk berhenti berkhayal. Ada satu kata yang mengindikasikan kebenaran. "Pada awalnya menyenangkan, tapi pada akhirnya anda akan kehilangan kendali untuk kembali ke realita". Terus terang, saya belum sepenuhnya mampu menerima realita. Mungkin itulah hal yang membuat saya sedikit memiliki penyakit panik dan kegusaran dalam pikiran.

Sudah kecepatan dalam keindahan, padanan kata dalam detik detik memperjuangkan akal pikiran. Saya terjebak, waktu itu, saya hampir kalah dengan rasa takut saya terhadap pikiran gelap. Pada saat itu, turning point untuk lebih ikhlas dalam melihat kenyataan yang ada. Korban dari perasaan ini jauh lebih kuat dibandingkan siapa yang lebih unggul atau terdengan siapa yang menyerah duluan.

Pada inti dari semua ini saya selalu berputar putar tidak pada intinya, mengelilingi, sembari basa basi demi mengisi kekosongan. terus seperti itu.

Podcast adalah menjawab dari sedikit pembelajaran saya pada realita kehidupan, semoga kelak saya bisa terampil dan berskill.


salam.


jiwa yang sedang kalut.