Menjadi Football Director Part I

watch_later Wednesday, 9 January 2019
Ane main game football manager sejak jaman era abramovic lagi gencar gencarnya bangun fondasi di Chelsea. Bisa dikatakan eranya fm awal muncul, saya adalah bagian dari temen temen yang menjajalnya. Cukup menarik. Dan sekarang saya masih berandai andai bagaimana jika saya menjadi seorang yang memanage tim sepak bola. Mampukah?


Sebelum berbicara mengenai Football Director, kita obrolin mengapa posisi ini ada. Cukup menarik sih, karena tidak semua klub sepak bola eropa sono memakainya. Salah satu contoh besar adalah klub liga inggris yang mempercayakan sepenuhnya kepada satu orang yang merangkap menjadi juru taktik sekaligus sebagai guru transfer. Tentu hal ini mengandung banyak sekali pro dan kontra
Kelebihan- Lebih mudah menyesuaikan pemain kesukaan dengan pilihannya, bagus tidak bagus manager memiliki rasa tanggung jawab yang lebih dalam mengembangkan pemain rekrutannya
- Pembelian menyesuaikan pada taktik yang diterapkan oleh manager, hal ini bisa mempermudah manager menemukan pemain secara detail dengan diskripsi yang dia harapkan
- Lebih efektif dalam menemukan pemain sesuai dengan kebutuhannya, manager seharusnya tahu disisi mana kelemahan timnya dan bisa mendapatkan tambalan pemain yang lebih optimal
Kekurangan
- Keterbatasan waktu dalam menganalisa pemain menjadi kendala, selain itu, kebanyakan manager lebih banyak mempertimbangkan dalam hal suka tidak suka gaya bermain sang pemain
- Tidak bisa melakukan negoisasi dengan baik, hal ini menimbulkan pemain yang dibeli bisa over price bahkan merugikan pasar
- Keahlian meracik taktik tak serta merta jago dalam menegoisasikan harga, hal ini yang sering menghambat kemajuan klub menyebabkan pembelian yang overprice atau penjualan yang undervalue

Tren Manager akhirnya mulai memudar, contoh besar tentu saja Arsene Wenger yang hobi membeli pemain muda. Kesuksesannya dalam meramu pemain muda mencapai kemampuan maksimalnya tidak perlu diragukan lagi. Akan tetapi permasalahan yang selalu timbul adalah harapan fans yang selalu menantikan gelar juara. Setelah melalui fase kedigdayaannya di era invicible (tak terkalahkan satu setengah musim) , Arsene Wenger gemar menjual pemain satu persatu tiap musimnya. Hal ini meresahkan permainan arsenal sejak 10 tahun lamanya. Karena konsistensi harus dijaga jika ingin menjadi yang terbaik. Hal inilah yang menyebabkan era baru dengan mendatangkan Football Director untuk bisa menjawab tantangan tersebut.

Football Director perannya apa sih?
Posisi ini cukup menentukan menurut saya, karena jalannya sebuah klub bola tentu fondasi dasarnya adalah pemain itu sendiri. Faktor batas waktu transfer dan peraturan untuk tak bisa pindah pindah klub sebelum jadwal jeda datang menjadi penentu strategi dalam "meracik pemain". Football Director merupakan satu posisi yang membantu mempermudah peran Manager, menjadi seorang Coach saja. Hal ini akan menjadi mudah bagi pelatihnya dalam memerankan peran sebagai juru taktik. Sistem akan berjalan sesuai dengan keinginan pelatih dan diterjemahkan oleh director football untuk mendapatkan pemain pemain yang diharapkan pelatih. Hal ini akan lebih efektif dari berbagai sisi salah satunya adalah management yang mengontrol budget bisa memberikan opsi kepada director football untuk bisa memilih pemain dengan budget yang sesuai dengan kemampuan belanja klub. Tugas berat seorang Football Director tentu saja harus mampu menemukan pemain yang tepat sasaran, karena jika salah beli akan berakibat fatal dan berpengaruh terhadap performa satu musim.

Tantangan yang dihadapi
Menentukan pemain untuk mengarungi satu musim sesuai dengan kebutuhan, serta menyesuaikan jual-beli pemain dengan budget yang ditentukan adalah tantangan terbesar bagi para calon director football. Tak ayal nama seorang director football akan selalu muncul ketika rumor mulai berhembus, bahkan ketika orang tersebut tertangkap kamera sedang keluar dari bandara suatu negara akan menjadi headline penting untuk editor berita olahraga dan bisa dikatakan memiliki kepastian otentik atas rumor yang beredar.

Director Football bertanggung jawab atas 23 pemain yang akan didaftarkan dalam satu musim mendatang, dimana dia harus membagi antara pemain kunci, pemain inti, pemain rotasi, serta pemain muda. Tak mudah memang menentukan pemain dengan waktu yang singkat, daya pengetahuan pemain, dan scout range harus dikuasai betul oleh seorang Director Football. Jika pemain di klub ingin hengkang, tanggung jawab berat bagi director football adalah bagaimana caranya mengganti pemain tersebut dengan tepat, bisa dengan pemain muda didikan akademi, atau dari pemain yang sudah masuk list targetnya, atau melepasnya ketika sudah mendapatkan penggantinya dalm waktu dekat. Karna jika saja tidak melakukan perubahan, dampak psikis pemain dan locker room akan berpengaruh secara signifikan dan bisa memecah konsentrasi pemain dalam menemukan permainan terbaiknya.

Selain itu, Negoisasi yang njlimet bisa membuat director football ini dibayar mahal. dalam artian bahwa dengan skill negoisasi yang apik akan mendapatkan revenue yang besar atau mendapatkan pembelian pemain dengan harga yang terjangkau. Dengan demikian secara bisnis, jual-beli pemain akan mendapatkan manfaat dari segi finansial cukup pesat. Bayangkan membeli pemain dengan seharga 4juta euro, lalu setahun berikutnya dijual dengan 45juta euro. Cukup fantastis bukan? Namun boomerang akan datang, jika pemain datang disaat yang tidak tepat, dalam berbagai faktor terbukti bahwa banyak sekali pemain pemain muda yang gagal bersinar karena pressure yang cukup tinggi.