Jakarta Minggu Sore

Dan sore begitu lagi, padanan yang sama berujar jika kalimat ini bisa terlintas sampai kepikiran. Bunuh saja bila aku pegang pedang atau parang. Panas ini mengusik teriak teriak dikepala, minta nasi saja dibungkus, setelah itu bayar kapan kapan.

Pulang bukan hanya meluapkan rasa rindu, tapi keinginan untuk menjadi bagian dari manusia. Merindukan atau terlupakan, mungkin saja mulai lupa jika kita punya rumah. Atau mungkin terdiam, baru sadar kalo rumahnya jauh.

Sekarang berbeda dari biasanya, tak bisa duduk nyaman sambil ber-teh ria alakadarnya. Kembali menggerutu soal tempat duduk sempit padahal sekiranya kurang bersyukur. Apalagi yang kau tunggu, jika hanya rasa sesal yang tak bisa kembali.

Luapan kelam, lagi lagi. Disore yang menjelma menjadi tak berarti. Kuapakan nampaknya agar lebih berjalan sebagaimana mestinya. Tertidur, tak sadar sudah banyak yang terbayangkan. Tidur lagi, biarkan mimpi kembali lagi.

Comments

Popular Posts