Baru saja teringat

watch_later Friday, 16 March 2018

Jika saja kita bertemu, suatu saat nanti. Sejenak aku kan memandang, lalu senyum kecil. Detik itu adalah bagian dariku yang menertawakan diriku sendiri. Seandainya aku bisa dewasa lebih cepat mengenalmu.

Perasaan norak dibabat malu, adalah kontradiksi dari keberadaan kita. Sebenarnya biasa saja, tapi sudah terlanjur terbawa perasaan lebih dulu. Jika sudah begini, mau putar balik rasanya sungkan.

Beberapa kali mencoba mengaitkan korelasi dari beberapa rasa ingin sekedar menyapa, atau mungkin mengajak mata untuk saling bertemu. Lagi lagi aku tersenyum, baru saja membayangkan saja sudah panik, apalagi sudah melewati fase ngobrol. Bak interview direksi yang berjumlah empat orang. Minta minum saja pucat, bertanya takut salah, diam saja dikira mati. Ku ulangi lagi malam ini, di keramaian dan kusarankan jangan pulang. Mendamaikan pikiran penat yang sudah terobati. Pelan pelan mulai enak saja. Timbul tenggelam, rasa rindu yang kau tinggalkan.