Perjalanan Jon Snow di Game of Thrones



Jon Snow, yang ternyata dilahirkan oleh keluarga Lyanna Stark, menjadikan dirinya pewaris tahta kerajaan iron throne setelah lyanna melahirkan seorang anak dari hasil hubungannya dengan Rhaegar Targaryen. Namun Jon Snow dikenal sebagai anak dari hasil pelacuran dimana dirinya dipandang sebelah mata bahkan termasuk didalam keluarga stark di winterfall. Karena itulah dirinya pergi ke wilayah ujung utara untuk mengabdi sebagai Night's Watch penjaga utama gerbang antara westeros dengan dunia luar. Dengan karakternya yang dimiliki dirinya mengijinkan Free Folk Wildlings untuk masuk ke gerbang setelah sejarah mengatakan bahwa Wildlings adalah musuh abadi Night's Watch, tentu keputusan ini tak disetujui oleh semua anggota. Hal ini yang menyebabkan dirinya mencoba dibunuh oleh kubu oposisi.

"His name is [...] If Robert finds out, he'll kill him. You know he will. You have to protect him. Promise me, Ned. Promise me." Lyanna Stark to her brother Ned, speaking of her son Jon Snow.

Jon Snow dibesarkan selama 17 tahun di Winterfell sebagai anak dari Lord Eddard bersama dengan kelima anak lainnya. Demi menjaga kerahasiaan darah keturunan Jon, Ned Stark tidak memberitahukan siapapun termasuk jon sendiri dan istrinya, dimana jika saja King Robert Baratheon mengetahui hal tersebut, tidak ada jawaban lain selain kematian jon sebagai perintahnya.

Dengan statusnya sebagai anak haram, Jon dibesarkan di Winterfall seperti outsider. Meskipun diperlakukan dengan baik, tetapi jon tidak mendapatkna apa yang kelima anak stark lainnya dapatkan. Meskipun demikian, Jon mendapatkan pendidikan dari Maester Luwin dan Ser Rodrik Cassel.



Kabar kematian ayahnya Ned Stark membuat dirinya yang berada di North Wall ingin kembali ke Castle Black. Jon ingin segera bergabung dengan Robb Stark untuk membalaskan dendam atas kematian ayahnya. Namun Samwell, Pypar, dan Grenn mencoba menceganynya untuk bertahan, mengatakan kepada Jon bahwa perang melawan White Walkers sudah didepan mata dan dirinya sudah bersumpah kepada Night Watch. Jon sadar bahwa dirinya sudah berjanji, dia paham betul betapa pentingnya menepati sebuah "janji". Karakter inilah yang ia dapatkan dari keluarga stark.



Jon Snow mendatangi seorang diri ke musuh abadi Wildlings demi negoisasi dirinya dengan Mance agar bisa beraliansi untuk melawan White Walkers, Jon mengambil resiko dalam hidupnya untuk bisa bertemu dengan pemimpin wildlings dan free folks. Padahal ia baru saja dinobatkan menjadi Lord Commander Night Watch, tapi dia memilih untuk menjemput resiko kematian pada dirinya daripada harus berdiam diri dibelakang tembok menunggu white walkers.



Karena keputusannya bernegoisasi dengan wildlings membuatnya mendapatkan musuh dalam night watch sendiri, keputusannya dianggap tidak mencerminkan night watch dan melanggar sumpahnya. Karena itu, Jon dibunuh oleh anggota night watch sendiri pada malam hari. Meskipun dirinya sudah dikatakan mati, Melisandre melihat dengan mata penerawangannya bahwa dirinya melihat Jon Snow memimpin perang di Winterfell, Sir Davos mencoba merayu Melisandre untuk mencoba menghidupkan kembali Jon Snow dengan sihirnya.

Jon reunites with Sansa.
Setelah itu, Sansa muncul di North Wall bertemu dengan Jon kembali setelah sekian lama. Sansa mencba merayu Jon untuk kembali ke Winterfall dan menyelamatkan Rickon dari sandera Ramsay Bolton. Namun Jon harus berjuang untuk mengumpulkan jumlah pasukan demi melawan pasukan Bolton yang lebih dari 5000 pasukan. Jon Snow mencoba membuat aliansi dari berbagai wilayah di utara demi mendapatkan kembali winterfall. Dengan karakternya, sekali lagi, Jon Snow tak goyah meskipun pasukannya kalah jumlah.





Sebenarnya Jon Snow menawarkan battle satu lawan satu dengan Ramsay Bolton, tetapi ditolak olehnya. Meskipun perang terjadi, Jon hampir saja kalah dengan pasukan perangnya jika tanpa bantuan dari kubu littlefinger yang dimintai tolong oleh Sansa Stark. Setelah ramsay bolton hanya tinggal sendirian setelah pasuaknnya dibantai habis, ramsay menerima tawaran duelnya dengan snow. Jon yang sangat marah saudara perempuannya mendapatkan perlakuan kasar dari bolton menunjukan hasratya dengan memukulnya dengan tangan kosong sampai mati.

Jon Snow is hailed as the new King in the North
Lyanna Mormont memuji atas kemenangannya melawan Bolton dan menobatkan dirinya sebagai King in the North, dengan nama kelaurganya Stark. Lyanna melanjutkan bahwa mungkin saja nama Jon adalah Snow (nama untuk anak haram di winterfall), tetapi bagian dari dirinya adalah Stark. Semua lord dari wilayah utara meletakkan pedangnya sebagai bagian dari lord yang tunduk kepada raja.

Lagi - lagi, belum lama menjabat sebagai King of the North, Jon membuat keputusan untuk pergi kewilayah dimana Danaryes sedang berlabuh.Tentu ini merupakan resiko besar baginya jika tidak sesuai dengan rencananya, mungkin saja dia akan mati ditangan ratu dragonstone. Namun Jon berpikir bahwa dirinya sudah pernah mengalami mati,dan tidak ada artinya baginya jika diam saja didalam castle menunggu white walkers menyerang. Dan ketika membuat keputusan tersebut, Sansa mempertanyakan keputusan Jon dan berharap bahwa dirinya lebih mentoleransi dan berhati hati untuk mengambil sikap sebagai seorang raja, dan sansa mengungkapkan bahwa dirinya belajar dari Raja Joffrey. Namun Jon membalas pertanyaan itu bahwa dirinya bukanah Joffrey, dan dia meyakini bahwa apa yang dilakukan adalah langkah yang bijak, mungkin saja salah, namun keputusannya sudah bulat.



Jon memberikan penawaran untuk menjadi aliansi bergabung dengannya akan tetapi dirinya tak ingin tunduk kepada ratu Daenerys, karena influence yang didapat dari wildlings yang sangat anti untuk sujud, Jon menolak tawaran sujud didepan Daenerys sebagai syarat aliansi mereka. Jon masih berharap akan aliansi ini,akan tetapi Daenerys masih tak percaya apa yang diungkapkan jon soal White Walkers dan Night King.
Jon makin menjadi, dirinya memilih untuk pergi jauh keluar North Wall untuk mencari Dead Army dan mengambilnya sebagai sandera untuk meyakinkan mereka bahwa White Walkers itu ada. Salah satu misi bunuh diri Jon bersama temannya untuk mendatangi kumpulan dead army di luar sana. Tetapi Jon, tak gentar dan membuktikan ketangguhannya setelah mereka mampu membawa pulang satu dead army sebagai bukti kepada Daenerys dan Keluarga Lannister di King's Landing.


    "You are a Stark. You may not have my name, but you have my blood."
    ―Eddard Stark to Jon before he leaves for the Night's Watch.

Karena ia dibesarkan oleh Ned Stark di Winterfell, Jon tentu saja mengadopsi moral yang dibawa oleh ayahnya yang mengutamakan honor, dimana dirinya akan berusaha sekuat tenaga untuk tetap pada pendiriannya meskipun itu adalah pilihan tersulit. Jon selalu membanggakan ayahnya, Ned, namun dirinya tentu menghadapi masa kurang menyenangkan ketika mendapatkan perhatian yang berbeda dari Catelyn Stark, karena istri ned stark tersebut merasa bahwa dirinya telah dikhianati. Namun Catalyn tidak memperlakukan secara kasar akan tetapi lebih secara tak sengaja sedikit berbeda dalam menanggapi jon. Dan bisa dikatakan bahwa jon dibesarkan tanpa figur seorang ibu. Meskipun Jon canggung dengan ibunya, namun jon bisa menempatkandiri sebagai teman sekaligus saudara bagi kelima anak stark lainnya.

Seperti anak haram lainnya, Jon dituntut untuk bisa tumbuh dewasa lebih cepat. Dan hal ini membuat Jon lebih dewasa ketimbang anak seusianya. Dengan status anak haramnya, dia kadang merasa kesepian, solemn dan somber yang membuatnya ingin membuktikan kepada ayahnya ned, bahwa dia bisa menjadi anak yang dibanggakan oleh ned. Demi mendapatkan hal itu, Jon memilih untuk pergi mengabdi kepada Night's Watch, untuk mendapatkan penghormatan yang tinggi dan penghargaan ketika mengabdi. Baginya mengikuti jejak pamannya paman Benjen yang sudah menjadi ranger night watch, karena dengan bergabung dengan night watch, itu artinya seseorang akan dihilangkan masa lalunya dan mendapatkan penghormatan.

Jon akan tetapi memiliki sisi lain ketika berada di sekeliling wanita. Dia sangat pemalu dan bahkan masih perjaka ketika memilih untuk mengabdi night watch. Meskipun demikian, dirinya tak ingin memilih pergi ke prostitusi atau menikahi wanita secara random. Dia merasa bahwa itu bukanlah hidup yang ingin diberikan kepada anaknya kelak yang menjadi sama takdirnya dengan dirinya sendiri.




Comments

Popular Posts