Mengapa Cavani Harus Dijual

watch_later Friday, 22 September 2017


Cavani merupakan pemain yang bisa dikatakan berlevel bintang dengan segudang pengalamannya bersama Paris Saint German, bersama PSG pula Cavani memiliki sederet Trophy Liga. Sebelumnya, Cavani sangat terkenal dengan permanainan combo-nya bersama Suarez di Uruguay, permainan passing satu dua dengan surez sangat menarik dipertontonkan. Selain itu, ketika di Napoli, Cavani bermain konsisten ketika dipasangkan dengan Marek Hamsik, keduanya saling berbagi assist ketika bermain di Serie A. Meskipun tak memberi gelar bagi Napoli, Cavani mendapatkan perhatian khusus ketika mampu membawa Napoli ke posisi papan atas Serie A.

Setelah di PSG, dirinya bersama dengan Ibrahimovic, Lucas Moura, sampai Pastore. Cavani tentu sangat dihormati karna sudah bertahun tahun menjadi ujung tombak PSG sampai detik ini. Namun semuanya mulai berubah semenjak kedatangan pemain termahal di dunia, Neymar da Silva Santos JĂșnior. Pemain inilah digadang akan menjadi bintang PSG segera di Paris. Bersama Neymar, tentu Cavani menemukan tandem yang sepadan bahkan lebih hebat dari sebelum sebelumnya.

Akan tetapi semua tak berjalan sebagaimana mestinya, Neymar nampaknya tak ingin keberadaan Cavani di PSG. Semua berawal dari insiden yang mendapati dirinya (neymar) harus mengalah dalam mengeksekusi Penalti. Neymar ingin menambah pundi pundi golnya di PSG, selain itu, ia ingin menjadi bintang di lapangan karna faktor harga selangitnya. Selain pressure, Neymar ingin memberikan posisi algojo penalti diberikan kepadanya. Semua tak berjalan sebagaimana mestinya, Cavani merasa bahwa dirinya sudah sejak lama menjadi penendang penalti di PSG. Dirinya merasa bahwa meskipun dia dibeli mahal dari Barcelona, bukan berarti dia bisa seenaknya menjadi raja di tanah Paris.



Dengan kondisi seperti ini, sampai kapanpun tak akan menemukan jalan terbaik selain salah satu dari mereka mengalah. Tapi, sejauh saya menikmati sepak bola, saya belum menemukan seorang bintang ingin mengalah. Semua ada alasan mengapa mereka bisa sampai sejauh ini, tentu saja sebuah kerja keras dan ambisi yang sangat besar. Ego bintang yang dimiliki pemain adalah salah satu faktor mengapa jarang sekali ada dua sampai tiga pemain mampu bermain secara akur. Kondisi seperti ini bukanlah hal yang bagus untuk bermain di level tertinggi, karena mereka tentu tidak akan 100% fokus untuk memenangkan pertandingan, melainkan berusaha saling menjatuhkan satu sama lain. Terlebih dikabarkan Neymar memohon secara eksklusif kepada Presiden PSG untuk segera menjual Cavani.

Cavani tak memiliki sisi seperti ini sebelumnya, lebih anehnya, dia tak sengotot ini ketika dia bersama Ibrahimovic, Cavani seperti ini karena berhadapan dengan Neymar, pemilik banderol harga termahal dunia. Dia tak ingin dikecilkan apalagi tenggelam dalam status bintang partner pemainnya. Hal inilah yang tak bagus bagi Cavani, dialah seorang striker yang membutuhkan support dari pemain lain. Ketika kehilangan support dari team, bagaimana dia akan bertahan dan mencetak gol?

Real Madrid sudah mengalaminya sejak lama, Ronaldo adalah salah satu contoh nyata, Ronaldo secara terang-terang menggeser legenda hidup Real Madrid saat itu Raul. Setelah kedatangannya ke Real Madrid dengan banderol termahal, Raul terpaksa harus memilih pensiun dini setelah kehilangan posisinya oleh Ronaldo.

Solusi termudah dalam perbedaan karakter pemain adalah menjual salah satunya. Sangat tidak mungkin menjual pemain yang baru didatangkan dan kemungkinan besar tentu saja pemain lawaslah yang harus didepak demi keharmonisan klub. Jika PSG ingin bermain lebih cling di Champions League, PSG harus mengambil tindakan yang lebih beresiko dengan menjual Cavani sesegera mungkin.