Satria Tama ; Masa Depan Timnas di Mistar Gawang

Full name ; Satria Tama Hardiyanto
Date of birth ; January 23, 1997 (age 20)
Place of birth ; Sidoarjo, Indonesia
Height  ; 1.83 cm (6 ft 0 in)
Playing position  ; Goalkeeper
Current team ; Gresik United
Number ; 88



Belum lama, masih hangat setela ajang olimpiade sea games selesai digelar, Indonesia yang mengemas perunggu sebagai hasil akhir menuai kritik serta pujian. Banyak dukungan mengalir meskipun mereka sejatinya bermain di malaysia. Adalah Satria Tama yang menjadi bintang lapangan yang sebenarnya tidak terlalu diperhitungkan sejak awal. Bermain di Persigres Gresik dan terseok di papan bawah Liga 1 Gojek Traveloka.

Satria Tama selalu menjadi pilihan utama Luis Milla sejak kedatangannya ke Indonesia. Nampaknya Luis Milla sudah jatuh hati pada pemain yang satu ini. Pemain berpostur 183 cm ini cukup mumpuni dalam menjaga palang pintu terakhir pertahanan timnas indonesia. Terbukti ketika bermain di Sea Games, Indonesia belum pernah kebobolan sebelum dikalahkan Malaysia 1-0 di semifinal. Bahkan penyelamatan penyelamatan gemilang ketika melawan Malaysia tak mampu menahan laju Malaysia ke Final Sea Games 2017.

Satria Tama nampak menangis ketika Indonesia gagal secara dramatis kebobolan untuk pertama kalinya 10 menit sebelum laga bubar.

Keempat laga itu Gresik hanya menang satu kali melawan Persiba, tetapi kebobolan sebanyak lima kali. Meski hasil minor diderita klubnya, beberapa penyelamatan yang ditunjukkan Satria Tama terutama saat melawan Persib dan Persipura membuat pintu seleksi timnas terbuka untuknya.

Dibesarkan SSB Indonesia Muda, pemain yang lahir di Sidoarjo ini mengakui dirinya tidak sejak kecil suka sepakbola. Dia baru memulai aktivitasnya setelah usia 13 tahun, itupun secara tidak sengaja.

“Pada saat itu, orang tua membelikan saja jersey sepakbola. Saya langsung senang saja, dan mencoba bermain sepakbola bersama teman-teman sekampung. Ternyata seru, dan membuat ketagihan,” kenang Satria.

“Saya langsung tertarik pada posisi kiper, karena posisi ini terlihat laki sekali. Jatuh untuk memblok bola kemudian bangkit lagi, jatuh bangun mengamankan gawangnya agar tidak kebobolan.”

Dari SSB Indonesia Muda, Satria kemudian bergabung dengan Akademi Widodo Cahyono Putro Gresik. Dari akademi itu dirinya lolos membela Persegres Gresik U-21 hingga akhirnya dipromosikan menjadi kiper di tim senior. Awalnya Satria adalah pilihan ketiga setelah Aji Saka dan Fitrul Rustapa. Namun, penampilannya yang membaik saat latihan membuat Hanafi memilihnya.

“Saya selalu berusaha memberikan yang terbaik saat latihan, berusaha maksimal jika dimainkan,” ujarnya.

Melawan Vietnam, kemampuannya benar-benar diuji, dan dia lolos dari ujian itu dengan melakukan tujuh kali penyelamatan. Bahkan komentator televisi menyebutkan Satria punya tangan Malaikat. Total, hingga melawan Malaysia dia sudah melakukan 11 kali penyelamatan.

“Bimbingan dari pelatih [Eduardo Perez Moran] sangat baik. Ilmunya banyak yang bisa diberikan kepada kami pemain muda. Salah satunya adalah game situasi saat satu lawan satu dengan pemain lawan. Dia juga memberikan motivasi untuk bangkit dari kesalahan di laga sebelumnya. Bagus pokoknya,” ucap Satria. (gk-48)

Comments

Popular Posts