Persiapkan 6 Hal Ini Sebelum Melamar Kerja






Mencari kerja emang susah-susah gampang ya? tapi kalo kita menganggap sebelah mata tentu hasilnya tidak mencapai ekspektasi yang diharapkan. Makanya, sebelum anda terjun kedunia kerja yang keras, tentu saja dengan persiapan matang kita akan mendapatkan sesuatu yang lebih berharga untuk masa depan kita. Sebelum anda mempersiapkannya, anda harus mulai menilai diri sendiri terlebih dahulu sejauh mana anda sudah mempersiapkannya. Selain skill yang dibutuhkan oleh seorang jobseeker mnjadi karyawan perusahaan, tentu saja ada sebuah penunjang yang membuktikan bahwa anda seorang yang dibutuhkan perusahaan. Selain itu, anda dituntut bukan hanya memiliki skill yang dimiliki, tetapi juga soft skill. Berikut ane kasih tips untuk mempersiapkan 6 hal ini sebelum anda siap berjuang menjadi jobseeker.



1. Pengalaman Organisasi
Banyak yang mengatakan bahwa "IPK itu nomer sekian, yang paling penting itu Organisasi." Benarkah? Ketika anda masih dibangku kuliah atau sekolah tentu saja hal ini akan menjadi tanda tanya besar dan bahkan lebih berpikir tentu saja skill individu jauh lebih penting dibandingkan pengalaman berorganisasi. Tapi faktanya? Justru Perusahaan lebih memilih untuk mencari calon karyawannya yang lebih memiliki pengalaman organisasi ketimbang IPK yang menonjol. Salah satu faktornya tentu saja dalam menyelesaikan masalah situasional di perusahaan nantinya serta bagaimana mendapatkan karyawan yang bisa menyelesaikan pekerjaan perusahaan secara tim dan individu dengan baik dan efisien. Mungkin saja kita akan mudah mengatakan bahwa kita bisa kok kerja tim, kita bisa kerja individu, tetapi faktanya dilapangan akan berbicara sendiri karena bekerja secara tim tentu berbeda dengan apa yang dibayangkan. Jika kita tidak memiliki pengalaman dalam berorganisasi akan membutuhkan proses dalam waktu tertentu untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan pekerjaan nantinya. Selain itu, sikap kita dalam mengambil keputusan akan nampak kelihatan ketika anda berada pada keadaan dimana anda harus memutuskan sesuatu.

Jika anda sudah terlanjur menekuni urusan materi kuliah lebih dalam, tentu tidak ada kata terlambat untuk belajar. Anda masih memiliki kesempatan untuk memulainya dengan mengikuti beberapa organisasi, disarankan mencari posisi jabatan yang menantang dan banyak mendapatkan pelajaran organisasinya, seperti Ketua Himpunan, Jika perlu sesuaikan dengan jurusan yang anda miliki agar mendapatkan nilai tambah dimata perusahaan nantinya.  



2. Sertifikat Pelatihan
Hal ini sangatlah penting untuk memberikan bukti bahwa anda pernah mengikuti pelatihan tertentu. Tentu saja, pelatihan menjadi nilai tambah dimata perusahaan menilai bahwa seorang calon karyawan memiliki kualifikasi skill tertentu. Misalnya seorang calon memiliki sertifikat penunjang seperti sertifikat MYOB untuk seorang akuntan, atau Sertifikat Pelatihan Pajak Brevet untuk seorang Tax Planner. Sertifikat ini tentu sebagai senjata ampuh untuk bisa dipandang mampu mengemban posisi yang ditawarkan perusahaan.

3. Sertifikat Seminar
Seritifikat seminar tentu tak kalah pentingya seperti pelatihan, dengan seminar yang anda ikuti anda akan mendapatkan ilmu yang anda dapatkan. Tentu jika anda mencantumkan dalam CV anda, pastikan bahwa seminar yang anda ikuti memiliki hubungan terkait yang ada dalam skill yang dibutuhkan perusahaan. Dengan begitu, tentu nilai tambah untuk kita dimata perusahaan nantinya.

4. Aktivitas
Jangan menganggap remeh bahwa Aktivitas anda selama anda didunia, aktivitas selama hal itu memiliki sisi positif dan memberikan sisi anda yang berbeda dimata interviewer, anda bisa memasukannya sebagai bahan pertimbangan kepada pihak perusahaan bahwa diluar kegiatan anda mencari kerja, atau sedang bekerja anda memiliki aktivitas yang positif dan memiliki nilai lebih. Seperti halnya anda pernah mengikuti aktivitas marathon 24 km, anda bisa menjelaskan bahwa diluar aktivitas sibuk anda, anda memiliki waktu untuk meluangkan berlari dan olah raga. Disisi ini anda bisa menonjolkan bahwa anda sudah berkesempatan mendapatkan pengalaman kompetisi dan bagaimana anda melaluinya, dari program latihan, dan bagaimana anda mencapai level yang anda capai. Dari sini buat anda terlihat bahwa anda fokus pada tujuan anda dengan rencana rencana yang anda rancang, dan pencapaian dan tidak lupa nilai positifnya.


5. Pengalaman Kerja
Jika anda terasa sulit mencapai pekerjaan impian anda, anda bisa memulainya dengan perusahaan yang lebih kecil, anda anggap bahwa ini adalah tantangan yang akan anda hadapi, buktikan bahwa anda mampu berkontribusi didalam perusahaan kecil. Selain itu, pengalaman kerja jauh lebih dinilai lebih ketimbang kita tak memiliki pengalaman sama sekali, dalam artian kita menunggu pekerjaan yang kita anggap tepat atau sesuai dengan harapan dan level pendidikan kita. Satu hal, kadang, kita sering mendapatkan jodoh rejeki yang tidak sesuai dengan harapan kita, namun kita harus anggap bahwa ini adalah langkah awal unutk meraih kesuksesan. Jika kita menargetkan berada di perusahaan multinasional, maka, sudahkah anda memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan tersebut.


6. Prestasi
Jika anda pernah mengikuti sebuah kompetisi selama sekolah, bisa anda masukan dalam CV anda tanpa terkecuali. Apalagi jika anda menjadi juara dalam kompetisi tersebut. Dan tentu, prestasi yang berkaitan dengan skill yan dibutuhkan perusahaan menjadi bukan hanya nilai plus tapi faktor kunci anda untuk diterima di perusahaan impian anda. Salah satu contoh adalah anda memiliki jurusan elektro dan bidang anda tentu berhubungan dengan dunia listrik dan sejenisnya. Lalu anda mengikuti kompetisi robot dan mewakili universitas anda untuk berkompetisi di level nasional, hal ini tentu saja adalah poin penting dalam CV anda nantinya. Jelaskan mengenai pengalaman anda mengikuti kompetisi anda dalam interview anda nantinya, dan pastikan bahwa anda memberikan kontribusi besar terhadap tim ataupun individu dalam kompetisi tersebut. Hal ini bisa menjadi faktor x dalam diterimanya anda di sebuah perusahaan impian anda nantinya.





Comments

Popular Posts