Menkominfo Tutup Facebook, Twitter, dan Youtube Karna Radikalisme?


“Mohon maaf teman-teman yang main pakai Facebook, atau Youtube kalau terpaksa harus (ditutup) karena tugas pemerintah bertugas menjaga ini konfusif,” katanya seperti dikutip dari Republika.co.id, Bandung, Jumat (14/7/2017).

Menarik dalam pidatonya menkominfo menuturkan bahwa pemerintah sedang menindaklanjuti tindakan yang berbahaya dengan adanya ajaran radikalisme yang ada di media sosial saat ini ramai memenuhi media sosial. Hal ini dikarenaka belum adanya jalinan kerja sama antar kedua belah pihak anatara perusahaan media sosial dengan pemerintah untuk menjalin kerja sama dalam membuat peraturan pemerintah.




"Dilakukan pembatasan-pembatasan macam-macam. Akunnya di take-down, atau akses masyarakat dibatasi,” ucapnya, seperti yang dilansir dari kompas.com.

“Saya minta kerja sama dari penyelenggara platform kalau ada yang begini cepat ditutup ,” pungkasnya.

Inilah bentuk pemerintah anti kritik, salah satunya adalah membungkam akses pengkritik dengan berbagai cara. Salah satu demokrasi tentu saja kebebasan yang bertanggung jawab, jika memang mengandung unsur fitnah mengapa tak diajukan ke meja hijau saja? selain itu hukum pidana pasal karet belum bisa meredam kekhawatiran mereka, karena yang mereka hadapi bukanlah akun yang "mereka anggap radikal". melankan warga masyarakat indonesia yang ikut beropini dan saling memasang badan pada posisi pandangan politik mereka.


Comments

Popular Posts