Islam atau Ahok Yang Intoleran?

watch_later Wednesday, 10 May 2017


"Lebih baik Ahoklah, ketimbang Islam tapi korupsi Alquran!"

"Lebih baik Ahoklah, ketimbang Islam tapi Intoleran"

"Mana? katanya Islam cinta damai? Nabi Muhammad saja memaafkan orang yang melempar kotoran ke dirinya"

"Ahok adalah Bukti Permainan Politik Agama"

Saya mendengar beberapa kalimat kalimat seperti diatas beberapa bulan ini, entah kenapa hal ini mengusik Gue. Eh Saya, Maksutnya. Di Jaman modern ini kita tentu menilai suatu hal dengan hasilnya, dan saya nilai apa yang dilakukan ahok memang bagus. Bentak bentak ibu - ibu, Maki-maki sana-sini, geser-copot-pasang anak buahnya, sambil melotot dengan gaya khasnya nunjuk nunjuk sambil ngomel. Tentu dengan begini, orang jadi takut, mungkin sedikit berhati hati dalam bertutur kata didepan ahok. Semua terdiam, mungkin lebih tepatnya tak ingin cari ribut, jurus ini cukup ampuh untuk mendisiplinkan orang "crash" di pemerintahan era basuki tjahya purnama. Saya memahami kemana arah pembicaraan ini, kita sama sama melihat di layar kaca apa yang sudah ahok kerjakan pada jakarta sampai detik ini. Ada pro dan kontra. Tapi sekarang, yuk agak melek! 

Bagi saudaraku yang memilih ahok, orang yang lebih mensupport ahok, orang yang menjunjung kebhinekaan. Jangan panas dulu.

Kita mulai dari bagaimana oknum Kemenag tertangkap basah melakukan tindakan korupsi yang merugikan negara mencapai 27 Milyar. Adalah Ahmad Jauhari yang menjadi tersangka kasus penilepan uang dengan obyek yang sangat sakral, Al Quran. Saya setuju, dampaknya adalah bahwa islam makin tercoreng, kok bisa ya? ngakunya islam tapi korupsi. Begitu kan maksutnya? Tapikah ahok masih lebih baik? tunggu dulu.

Orang nyolong kalo mau nyolong emang pake bismillah? "Atas Ijin Allah", untuk tiap tiap muslim yang memahami dianjurkan untuk mengucapkannya ketika hendak melakukan sesuatu. Saya yakin, orang bertindak jahat pasti tidak didasari menggunakan akal atau ilmu agama. Jadi tindakan kejahatan jangan anda samakan dengan latar belakang agama seseorang. Ini bisa berlaku juga untuk seorang ahok,  ahok mengatakan demikian bukan berarti semua umat kristen berpemikiran sama seperti dirinya. Orang selain islam juga banyak disana yang mencuri, maling, korupsi, itu pasti ada. Tapi tidak ada satupun ajaran "Islam" mengajarkan untuk bertindak kejahatan. 

Gue ngerti,  mengapa simpatisan ahok lebih senang menyebut bahwa "muslim korup" sebagai perbandingan dengan ahok.  Lucu sih,  lu pikir ahok ngga ada minusnya? ngga punya borok? Saya sempet nyesel memuji ahok atas kinerjanya lebih mengutamakan transportasi umum dengan memperbanyak dan memperluas trayek trans jakarta. Ide bagus untuk mengurangi kemacetan. Tapi salutnya ilang semenjak ahok kasih tender bus ke negara tirai bambu.  Alibinya ketika ditanya,  udah terlanjur kasih tender ke mereka.  Dan uniknya banyak kasus bus yang meledak dan terbakar mesinnya padahal masih baru loh. Lagi lagi beralibi karena di impor pake kapal, busnya kena air laut jadi karatan.  Masih aja ngeles. Syarat kepentingan kalo kaya gini mah,  sah sah aja dimata politik kan? dan masih ngomongin ngga usah sok suci deh katanya. (sumber : Check disini )

Penghancuran Bus Trans Jakarta, Untuk Menghilangkan Barang Bukti? (sumber : Check disini )

Gue lebih shock ketika paradigma yg digiring bahwa ahok ini mewakili keberagaman. Keberagaman gundulmu? Sudah jelas jelas ahok secara terbuka merendahkan islam, dimana rasa keberagaman? Kasus kemarin saya yakin akan mudah sekali pecah,  timses politik anis atau agus sukses bikin isu agama maksutnya?  Well,  timses anis ataupun agus belum pernah ada satupun yg nggembor nggembor isu ini sebelum ahok mengeluarkan kalimat tersebut di kepulauan seribu.  Bahkan masa kampanye belum dibuka,  pendaftaranpun belum dibuka.  Nah inilah boomerang dari sisi arogan seorang ahok,  mereka tak pernah mau belajar dari sisi kami,  tapi mereka menilai kami dari sisi mereka. 

Maksut ahok sebenarnya memang mengingatkan kepada voter untuk tak memilih pemimpin selain dirinya,  karena ahok percaya banyak orang munafik bertopeng islam. begitu kan maksutnya? Lalu mengingatkan jangan sampai voter mau digiring untuk tak memilihnya karena digiring isu agama. Tapi satu hal,  ahok melakukannya dengan cara yg sama dengan dirinya,  arogan dan kesombongannya membutakan dirinya.  Gue percaya kalau ada yg mencoba menggiring isu agama dalam politik waktu itu,  Jika ahok memilih untuk bungkam dan tenang,  banyak orang yg lebih simpatik dan menjelaskan siapa yg bermain isu agama dalam politik yang ahok maksud. Itulah Rahasia Allah yang tak kita ketahui, mengapa arogansinya ditampar dengan menjeratnya ke jeruji besi, Allah Maha Mengetahui, tidak ada yang sempurna selain milik Allah. Tapi kali ini,  saya ucapkan terima kasih untuk pak ahok sudah mengingatkan umat islam bahwa menjadi umat islam harus tegas dalam memilih pemimpinnya. 

"Ahok udah minta maaf,  katanya islam ngajarin saling memaafkan, nabi muhammad aja mau memaafkan orang yg melemparkan kotoran kedirinya"

Ada dua konteks yang berbeda,  Nabi Muhammad menerima dengan ikhlas lahir batin jika dirinya dilecehkan,  dicaci maki,  dihina bahkan orang tersebut didoakan yang baik baik sama nabi, tapi satu hal,  jika "ISLAM" yang disentuh,  nabi juga tegas,  KIBARKAN BENDERA PERANG! 

Nah yang saat ini ahok hadapi bukanlah timses anis maupun agus,  justru anis dan aguslah yang diuntungkan atas kejadian ini. Yang ahok hadapi adalah umat islam yang terluka. Umat islam yang tak terima apa yang mereka sucikan,  sakralkan itu dianggap remeh temeh. 

Pada kasus kasus pelecehan agama sebelumnya pernah terjadi kok justru umat islam sendiri yg melakukannya, Arswendo, seorang jurnalis majalah "monitor" di era 90-an. Dipenjara meskipun secara terbuka meminta maaf. Selain Meminta maaf, bahkan mengakui tindakannya atas unsur ketidaksengajaan. Seniman ini melakukan polling kepada pembacaa tokoh yang mereka sukai, dan nabi muhammad masuk dalam peringkat 11 dibawah arswendo yang masuk peringkat ke 10. Isu ini tidak ada unsur politiknya sama sekali,  namun hal yang perlu anda perhatikan adalah bahwa hal yang sakral ini tak bisa dianggap remeh temeh. Yang dianggap merupakan sebuah penghinaan.

Ahok atau Islam yang intoleran?
Dibawah rezim ahok,  perda didesain untuk meminimalisir pergerakan islam di jakarta. Ngga boleh takbir keliling ngelesnya sih karna mengganggu lalu lintas alias macet, sebenarnya takbir keliling ini hanya sebuah tradisi umat islam di indonesia menyambut bulan ramadhan. tak lebih, dan bukan suatu anjuran ibadah. Tak lebih dari budaya yang hanya ada di indonesia, semacam karnaval sih lebih tepatnya. Tapi larangan ini tentu salah satu bentuk sentimen Ahok terhadap umat islam.
(sumber : Check disini )

Ngga Boleh Potong Kurban, Ngelesnya Darahnya Muncrat Kemana mana? (baca ini)

Ngga boleh Ngaji di Monas, Ngelesnya Apa harus Di Monas Ngajinya? (baca ini)

Dan inilah Daftar Kebohongan Ahok Yang Mungkin Tidak Diketahui (baca sini)

Sentimen ahok terhadap islam udah keliatan sejak kebijakan yg dikeluarkannya kok. Lalu siapa yang dianggap intoleran? Mengapa kita harus memilih pemimpin yang beragama sama,  yaitu islam?  Secara sederhana bahwa kita butuh ruang untuk melakukan dakwah,  melakukan kegiatan di jalan Allah. Secara sederhana, semua dihalang halangi dengan segala syarat kepentingan, yang ujung ujungnya ketika ketahuan ngeles.


"Tanda orang munafik itu tiga apabila ia berucap berdusta, jika membuat janji berdusta, dan jika dipercayai mengkhianati” (HR Al-Bukhari)

"Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafiq itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah neraka Jahannam. Dan itulah tempat kembali yang seburuk-buruknya.” (QS. At-Taubah [9] : 73)

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman.” (QS. Asy-Syu’araa’ [26] : 215)

"(138.) Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih (139.) (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah "[An Nisa,138-139]

DAN SIAPA YANG MUNAFIK ITU?  
Munafik itu orang yang mengaku Islam, namun prakteknya dan hatinya berbeda dengan pengakuan.

Ya Allah, lindungi hambamu dan saudara kami dari sifat nifak yang berat dan menggugurkan semua amalan baik di dunia ini. Jauhkan kami dari sifat munafik yang bisa menjatuhkan kami ke lubang api neraka. Astaghfirullah.