Ghost In The Shell Dicap Mendapat Review Buruk

photo by gizmodo.com
Yahoo.uk , Scarlett Johansson yang merupakan artis pemeran utama dalam serial bergenre sci-fi action thriller, Ghost In The Shell telah mendapatkan tempat khusus dibox office film hollywood dan diklaim telah melakukan "whitewashing". Whitewashing sendiri merupakan ungkapan bagi film yang sejarahnya bukan dari ras kulit putih namun dalam produksi di film hollywood menggunakan pemeran berkulit putih. Paramount yang telah melakukan strategi market secara agresif dan nilai dari Scarlett sendiri tak mampu menyelamatkan live-action yang di remake film tahun 1995. Ghost in the shell merupakan anime yang dijadikan live action diangkat menjadi film setelah mampu membius pecinta anime di seluruh dunia.

Lihat Juga : 
Lion (2016)
Moneyball (2011)
Avenger : The Age of Ultron (2015)
The Dark Knight (2008)


Dikabarkan telah mengantongi pendapatan $19 juta dolar di domestik dan $40 juta di dunia, film yang dikemas penuh action tidak mampu melampaui Film buatan Dreamworks "The Boss Baby, dan bahkan film dari Disney "Beauty And The Beast" dan sudah memasuki minggu ketiga. Rupert Sanders sebagai sutradara telah dihantam oleh isu whitewashing yang telah diklaim sejak sebulan sebelum premiere film tersebut,  dengan ribuan fans anime memberika kritik pedas atas film yang mengkasting Johansson ketimbang memilih pemeran yang aslinya berasal dari asia. Bagaimanapun Pasar Asia menyambut baik untuk film ini dan mendapatkan posisi pertama di Hongkong dan Taiwan, serta harapan besar untuk mendapatkan posisi puncak di China dan Jepang.

photo by www.taringa.net
"Saya pikir ini adalah akhir dari pekerjaan yang baik untuk para fans, banyak dari mereka keluar untuk menonton" Megan Colligan, presiden Paramountyang telah diwawancarai The Hollywood Reporter. "Tapi film ini bukan hanya sebuah film" tambahnya. Film ini telah mengglontorkan dana budget untuk produksi sebsar  $110 juta dolar, dan diprediksi mampu balik modal setelah beberapa minggu kedepan. Meskipun film ini mendapatkan kritikan dan beberapa review buruk dari berbeagai pihak membuat film ini sedikit kesulitan untuk mendapatkan profitnya. Beberapa kritikan mengarah kepada bentuk kekecewaan dan fokus pada aesthetics, tidak mampu menunjukan misteri, dan kehilangan sentuhan orisinalnya. "Saya pikir pembicaraan terkait casting berpengaruh besar terhadap review" Kyle Davies "Kalian selalu mencoba untuk  menggabungkan antara menghargai sumber sejarah dengan membuat film untuk audience yang banyak. Itu merupakan tantangan, tetapi sangat jelas bahwa review tidak banyak membantu"

Nih ane kasih trailernya dulu


Produser film masih berekspektasi ada pengaruh besar setelah tayang di jepang dan China minggu depan setelah melakukan strategi pemasaran masif di dua negara tersebut. "Beberapa warga jepang telah tercuci otaknya dengan budaya kebaratan dan beberapa dari mereka telah membuktikannya dengan membangun inferiority complex tentang jati diri mereka sendiri "Aoki, presiden Asian American Media Group. "Mereka berasumsi bahwa dengan memproduksi film berbasis amerika akan menjadi lebih sukses dengan pemeran berkulit putih"

Comments

Popular Posts