Sepeda-an (Part 1)

watch_later Wednesday, 19 October 2016
Cilacap emang kadang sulit dimengerti, dari beberapa sisi banyak sekali perbedaan yang menarik perhatian ane, dari culture sampai di bidang lain seperti sepeda. Saya termasuk geek (read;mudeng) soal sepeda, walaupun bukan yang paling tahu, tapi minimal yang sudah malang melintang bersepeda kesana kemari. Sepeda balap klasik milik saya sudah mengarungi beberapa kilometer di daerah jogja (ketika masih kuliah, satu-satunya kendaraan ane waktu kuliah) sampai muter - muter explore di cilacap. Ada hal yang membuat saya terheran ketika tren bersepeda di cilacap kembali muncul. Beberapa kalangan dari berbagai usia bahkan dari kalangan menengah ke atas kembali menggandrungi olah raga mengayuh ini. Memang saya sangat merasakan beberapa tren musiman di cilacap ini selalu mengikuti musim yang sedang happening di jogja. Bukan hanya sepeda saja, contoh saja dulu ada tren sandal hotel yang dipakai main/jalan. Sampai dibela - belain beli ke hotelnya cuman pengen dapet hype nya doang. Ane salah satu korban pergaulannya sih. hehe. Lantas latah tren yang sekarang ini sedang menjamur mulai menular kepada beberapa teman dekat saya. Obrolan yang awalnya sekedar membahas cewe, kali ini pembahasannya mulai merambah ke cewe naik sepeda. -.-

http://all-thetown.blogspot.co.id/


Minggu jadi jadwal baru kami buat sedikit meluangkan waktu berolah raga, lumayan bakar lemak, walaupun ditimbun lagi pakai tahu masak, tambah lagi ada mendoan angetnya. beeeeh sedap dah. Tumben banget sudah hampir sebulan kami ngga bersepeda ria karena musim hujannya lagi sering banget dateng. Sabtu sore, maksimalkan waktu buat ngumpul bareng sambil cari suasana baru. Dapatlah di dermaga pelabuhan tanjung intan milik kota Cilacap. Ngga ada suasana yang baru sih, mungkin karena dampak mendung yang kasih tanda kudu cepet - cepet pulang. Al hasil, kami hanya menikmati kapal pandu yang sudah cukup tua dan pemandangan nusakambangan yang sedang di"habisi". Yah memang issue ini masih mengingatkan saya soal bagaimana tsunami menerpa pengandaran beberapa tahun silam. Saya meyakini nusakambanganlah yang telah menyelamatkan kami dari bencana. Untuk informasi saja, kontrak yang dimiliki Holcim untuk terus menggali lubang di nusakambangan itu sampai 2063 dan kabarnya hanya dengan nilai kontrak Rp 20 Milyar. Obrolan kami berhenti sejenak ketika mendapati fakta bahwa nusakambangan sedang dalam proses kepunahan.

http://all-thetown.blogspot.co.id/




http://all-thetown.blogspot.co.id/
Tiap detik ngeruknya kak