Ketahui Tipe HRD ini Sebelum Interview Kerja




Wawancara kerja (job interview) merupakan tahapan yang harus dilalui oleh mereka yang sedang mencari pekerjaan atau mendapatkan pekerjaan baru. Tak heran, tahapan ini sering membuat deg-degan atau stres bagi mereka yang akan menghadapinya. Ini artikel ane comot dari kaskus gaes.. emang bukan orisinil dari ane namun bener-bener bermanfaat bagi yang sedang persiapan emgnhadapi interview.. saya juga lagi belajar nih.. semoga bermanfaat ya : )

1. Interrogator
 Dari namanya mirip judul film, ia mengajukan pertanyaan pendek dan cepat dan mengharapkan jawabn to the point, langsung. Cirinya doi menjebak agan/ajeng dalam situasi yg mendesak dan menghemat waktu parahnya doipun tidak menikmati wawancara dan tidak begitu tertarik dengan calon pelamar. Sinting deh. Bikin Bete. Itu yang di cari.

Tips : tetaplah berpikir positip, yakin dan optimis. Santai dan jawablah pertanyaan dengan cara yang telah di latih. Bila mungkin bertanyalah sebanyak mungkin dan jangan biarkan doi membuat agan / ajeng terdesak dan tidak nyaman. Jika doi mampu menyerang sampai area tersebut, agan / ajeng dalam bahaya. Serius.

2. Disorganized
 Agak selengean dan urakan. Kertas bertumpuk di meja dan cukup sering terganggu dengan telepohon. Doi sering kali sulit mengatur perhatian. Sedikit banyak agan / ajenglah yang megang kendali tetapi tetaplah in control, karena ini bisa menyengat.

Tips : model ini biasanya ramah, asik dan fleksibel. Suka mengumbar senyum dan tertawa. Masuklah di saat atau moment yang tepat. Jangan sia-siakan peluang emas di depan mata.

3. Pretentious
 Doi berwatak tinggi hati dan suka menyombongkan/membanggakan diri. Doi pun suka mewawancarai dengan harapan doi diperhatikan oleh si calon. Doi sering melontarkan pertanyaan dengan kalimat rumit dan cenderung ruwet. GAwat nih kalau ketemu tipe seperti ini apalagi penguasaan materi pas-pasan. Berhati-hatilah. Doi pun jaga image dan jarak. Beberapa terasa agak paling hebat.

Tips : rendah hatilah dan tetaplah fokus serta tidak terbawa iramanya. Ingat tetap fokus pada jawaban. Jawaban yang merendah yah. Ini pun sungguh tak mudah. Usahakan tidak mengundang titik sensitifitas doi, kacau deh kalau pas datang.

4. Smooth Talker
 Doi lembut nan memikat. Doi sangat menimbulkan kesan yang baik. Pertanyaannya pun mudah asik. Yang menarik doi biasanya selalu ada pada habitat perusahan yang turn overnya tinggi. Dan ini memang sangat dibutuhkan.

Tips : Doi bak salesman jadi perhatikan tiap detil tawarannya dengan passion yang baik. Tawarannya selalu menarik dan sambar langsung. Perhatikan dengan penuh fokus. Fokus pada penawaran agan / ajeng, jangan terbuai karena kebaikannya.

5. Psycologist

Lebih banyak memperhatikan jawaban non verbal serta permasalahan yang sifatnya di "luar" ring yg berpengaruh terhadap psikologis semisal masa kecil, tujuan hidup dan sebagainya. Bahkan doi terdengar sok dan terkadang egois. Berself defense kuat.

Tips : tenang, tenang dan tenang. Kuasai lingkungan. Perhatikan tanyalah jika belum mengerti dan fokuslah.

6. Formalist

Hati-hati dengan tipe ini. Doi menciptakan suasana kekakuan,ketegangan mencekam, tegang dan menekuk sampai patah mental calon. Perangkapnya banyak. Pertanyaan menjebak.

Tips : santai, tetap fokus dan tidak terburu-buru. selalu melihat, mendengar dan memperhatikan dengan detil serta teliti. jangan obral info dengan sukarela alamat di cecar balik kalau tidak kuat, bahaya.Perhatikan ritme dan timing kapan bicara

7. Parent

Berusia kisaran 40 dan 50, biasanya wanita namun juga ada beberapa pria. Ramah, asik dan mudah didekati. Bergaul. Tapi itulah inti kekuatannya. Sangat makan asam garam. Screeningnya sangat lihay dan taktis. Calon di biarkan mengembang namun tetap terdeteksi dengan cepatnya. Tipe ini relatif santai dan tak berbahaya tapi tetaplah berbahaya dari kelembutanya,

Tips : tetap fokus dan waspada. Sabar, percaya diri dan perlihatkan kedewasaaan diri kita. Tetap pada rencana dan identitas yang telah tersusun rapih sesuai rencana.

Persoalan identitas-identitas pewawancara juga akan sangat berpengaruh dengan keadaan sekitar (ruangan, pencahayaan, perabotan, furniture, buku, lukisan, piagam, foto dsb) dan kepribadian pewawancara (penampilan, usia, bentuk tubuh, pakaian, gestur, aksen dsb). Kedua faktor ini menyatu dengan kuat untuk kemudian menjadi satu "cerita" yang harus kita hadapi dengan serius




Comments

Popular Posts