Ahok : Sudut pandang dan Kontroversinya

watch_later Monday, 15 December 2014
Siapa yang tak kenal dengan nama kontroversi yng mengisi kursi nomor 1 dki ini, kita mengenal besar dengan sebagai wakil da pendamping jokowi diputaran dki 1.Kali ini, beliau menjadi perbincangan hangat seputar dirinya diangkat menjadi orang yang paling berkuasa di ranah ibu kota setelah jokowi memenangi laga dramatis di partai final pemilu presiden.

Namun langkahnya menuju dki 1 tak semulus yang dibayangkan, faktor sebagai warga minoritas menjadikan ahok sosok ancaman bagi warga mayoritas. Banyak melawan ahok dengan atas nama agama. Terus terang saya ini muslim, saya tahu betul apa yang dimaksud bapak-bapak yang ingin menggeser ahok dari kursi panas itu. Sebagai umat islam, saya menghargai betul atas apa yang ada dikepala semua orang umat muslim. Yaitu dipimpin oleh pemimpin non-muslim.

Jika berkaca pada aturan yang dimiliki Negara ini, tidak ada yang melarang bahwa non muslim tidak boleh menjadi pemimpin di Indonesia. Salah satu yang menjadi acuannya adalah diputuskannya pancasila no.1 Ketuhanan yang Maha Esa. Indonesia bisa saja menjadi Negara muslim waktu itu “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya.” Adalah kalimat yang bisa mengantarkan kita menjadi Negara yang taat beragama. Tapi leluhur kita lebih memilih untuk menghargai sebuah perbedaan.


Islam KTP
Islam bukan sebuah kepercayaan teroris menggunakan jalan kekerasan untuk mendapatkan apa yang islam minta. Islam mengajarkan banyak hal, namun yang telah kita alami sendiri adalah islam di Indonesia lebih banyak islam yang turun temurun. Dari ayah-ibu kita sendiri. Yang notabene sangat kecil secara ajaran dan budaya yang tersalurkan. Belajar memahami islam dengan apa yang ada didepan mata. Bukan islam yang benar-benar dari hati mempelajarinya dari bait per bait. Salah satunya adalah saya sendiri. Jika kita sering melihat model-model islam dengan berbagai style. Ya inilah salah satu bentuk islam yang kita pelajari dengan budaya yang ada disekitar kita. Kita belajar bukan dari sumbernya, tapi dari turun temurun tanpa tahu menahu akar ilmunya. Kita belajar dari melihat, bukan dari mencari sumber. Dan hal ini berlaku juga untuk agama-agama lainnya. Right? Agama yang berasal dari orang tua dari kecil dididik bagaimana kita bersembahyang dengan cara masing-masing namun sifatnya tetap sama yaitu meng-agungkan sang pencipta.


Melawan Ahok
orang yang tak setuju dengan ahok saat ini, orang-orang yang percaya bahwa ahok adalah kafir yang tak boleh memimpin negeri ini, yang merupakan sosok non-muslim yang tak pantas memimpin karena ajarannya yang tak sesuai dengan islam sehingga bisa menimbulkan bencana besar dengan kebijakan-kebijakannya dimasa yang akan datang. Ketakutan ini yang “pantas” menjadi dasar untuk melawan sosok ahok. Saya yakin orang yang ngotot minta duel terus sama ahok punya pemikiran yang sama jadi main sikat sana-sini. Tapi kita harus kembali lagi, jadi ini salah siapa? ahok main fair di pemilu, jadi wakil dan di eksekusi menjadi penggantinya pak jokowi. Apa ini strategi politiknya dia? itu lain cerita. Tapi yang sangat disayangkan adalah cara orang-orang muslim tertentu merasa dicurangi dan ingin menurunkan ahok bagaimanapun alasannya. entah dengan cara halus, atau main kasar. Inilah yang saya soroti cara yang salah bahwa sebagai muslim harus membimbingnya.

Namun fakta selama ini saya justru hanya sering melihat pemimpin yang “islam ktp” sekaligus yang bermain-main dengan kewenangannya. Istri sepuluh, rumah dimana-mana, punya mobil mewah, ngga mau ngangkot dih panas becek ogah ah. Ibadahnya Seminggu sekali, pas jumat doang. Yang begini dibiarin aja, makin menjadi-jadi. Rasa-rasanya hanya numpang duduk di kursi jabatan saja. Terima gaji buta, tiap proyek dateng siap-siap kalkulasi rekening pribadi. Saya berpendapat bahwa pemimpin-pemimpin selama ini di Indonesia, islamnya juga masih wasalam. Pemimpin yang masih “percaya” cari harta ke gunung kramat, pemimpin yang ngga pake krudung, pemimpin yang salah pronounce doa sapujagat, eh.

Bagi saya, ahok menjadi gubernur itu 1. Bahwa Indonesia membuktikan semua umat beragama berhak untuk menjadi pemimpin 2. Ini adalah suatu kemunduran umat islam sendiri, karna kita udah mulai ngga percaya sama saudara kita sendiri (misal : islam korup)

Kontroversi Ahok
Baru saja dilantik beberapa bulan lalu beliau sudah membuat serangkaian langkah yang makin melawan islam. Melegalkan prostitusi, dan kali ini berbicara tentang melegalkan miras. Jika berbicara tentang miras, saya berteman dengan 60% teman yang mengkonsumsi miras dan 80 % nya adalah umat islam. Anda tahu maksud saya? Ini udah ngga dilarang lagi sama siapapun. Udah ngga bisa bedain mana dosa, mana enak. Hehehe. Itu udah seolah hak kita mau milih miras atau ngga. Pemerintah manapun ngga bisa berbuat banyak, malah ada yang menjual di minimarket. Minimarket men.. secara tak langsung hal ini adalah langkah membolehkan miras, bener ngga sih? Jika memang gencar ingin menghapus miras di Indonesia, mulailah dari hal yang kecil misal meminta pemerintah untuk melarang memproduksi miras, tidak ada merk minuman luar negeri bisa masuk ke Indonesia, terus orang indonesianya sendiri ngga mengkonsumsi miras, Indonesia ini cuma kalimatnya aja illegal tapi faktanya seperti biasa, cuma omong kosong doang.

Statement ahok tentang miras sebenarnya berbicara tentang fakta yang terjadi di lapangan sudah terjadi sebelum ahok menjabat sebagai gubernur atau wakil gubernur. Selain itu, ahok yang arogan dan sedikit sombong memang terbawa suasana karena intimidatif dari pihak mayoritas terus-terusan mendiskriminasi  sisi ahok. Pasti beliau selalu bertanya-tanya mengapa islam sangat membencinya. Harus dilururskan bahwa saya muslim, dan saya tak membenci ahok, saya respek dengan kejujuran beliau, ketegasan, dan tak pandang bulu. Bukan islam yang membencinya, tapi “sebagian orang” yang percaya islam yang membenci ahok. Saya kagum pada ahok karna sosok yang benar-benar bekerja. Bukan hanya modal mulut semata. Beliau mengetahui betul secara detail tentang kebijakannnya terutama terhadap proyek yang dipegangnya. Sebagai muslim memang sedikit dilema terhadap kontroversi dan statement yang dikeluarkan. Legal prostitusi, legal miras pabrik, melegalkan segala hal yang dilegalkan agamanya. Yang muslim takuti adalah hal demikian. Namun berkacalah dengan apa yang ada di Jakarta sekarang ini. Ini bukan lagi hal yang disembunyikan jika dimana-mana kita mengenal banyak sekali kejadian yang bukan kelakuannya orang muslim. spa dengan fasilitas bisa di”pake”, atau orang mabok naik mobil nabrak orang banyak sampai mati, dan masih banyak lagi. Selama ini yang menjadi kendala bagi ahok adalah statusnya menjadi orang non-muslim sehingga gerak-geriknya diperhatikan lebih besar. Ahok memang memimpin dengan cara dia, cara ilmu dia, cara ajaran dia, jadi jangan berpikir bahwa ahok itu mengerti tentang seluk-beluk islam. Maka dari itu, langkah yang tepat adalah membimbing ahok untuk melakukan kebijakan-kebijakan yang pro terhadap masyarakat dan budaya serta agama mayoritas di jakarta. Mulailah merubah gaya hidup masyarakatnya sendiri, bukan bikin gubernur tandingan, eh. Ahok tetaplah ahok, dan tetap awasi langkah-langkah yang membelok pada ajaran islam karena hal ini pencegahan untuk hal yang lebih buruk. Namun untuk berusaha menjatuhkan ahok dengan menggantikan orang islam berhati badak, itu jauh lebih buruk dan anda tak beda jauh dengan orang yang anda benci itu, eh. Saya harap ahok kedepan bisa berkreasi didepan publik dan berperan besar dalam perubahan jakarta yang lebih baik.