Pancasila : Kesaktian Pancasila

watch_later Friday, 10 October 2014
Sudah hampir mendekati 70 tahun pancasila yang merupakan kristalisasi hidup masyarakat Indonesia dan didampingi oleh piagam Jakarta atau yang biasa kita kenal dengan Pembukaan UUD 1945 serta batang tubuh UUD 1945. Pancasila yang dijadikan sebagai dasar Negara sekaligus pandangan hidup masyarakat Indonesia. Disini, saatnya menundukan kepala dimana kita selama ini telah lupa pada masa lalu yang memberikan nafas kebebasan. Kadang kealpaan pada yang telah berbuat banyak untuk diri kita tanpa menyadarinya. Salah satuya Tuhan kita, telah diberi kenikmatan sehat beserta anugerah lain yang kadang kala lupa untuk mensyukurinya. Begitu juga dengan pancasila, sebagai suatu ideologi dan identitas bangsa yang menyatu dalam diri kita. Kita lupa bagaimana pahlawan berjuang dalam mementingkan kebebasan kita. Dunia ini terlalu banyak harta untuk kita bagikan namun terlalu banyak orang yang serakah dan lupa darimana kita berasal dan tujuan dari founding father kita.

Bangsa ini adalah bangsa yang besar namun lebih banyak melupakan hal besar yang membuat hanya sebagai bangsa penonton saja. Bangsa ini bangsa yang rumpun dengan kebersamaan gotong royong, yang hanya saling adu sikut bersinggungan bertaruh jawaban terbenar menurut versinya, bukan karena mencari solusi atau suatu kesimpulan untuk kebersamaan. Bangsa ini adalah bangsa yang akan menjadi masa depan dunia, dibalik penuh hiruk pikuk bencana dan segala terpaan yang membuat kuat bangsa Indonesia dengan keindahan alam disekitarnya. Bangsa ini telah dilupakan rakyatnya dimasa kini, masa untuk lupa darimana kita berasal dan tujuan bangsa ini dipersatukan. Indonesia telah tumbuh dan berkembang dari satu paham ke paham lain yang berbeda-beda. Serta Indonesia telah mengalami beberapa kejadian penting dan mempunyai identitas berbeda-beda sebelum sampai kesini.

Flash back

Jika kita melihat arti pancasila, bagi saya pancasila adalah kunci Indonesia mempertegas dimana mereka berdiri. Saat terjadinya perang dunia, beberapa kesempatan Indonesia untuk menjadi salah satu kubu mereka, kubu paham kiri atau paham kanan. Yang kita kenal kubu kanan adalah sekutu dan kiri adalah komunis. Dua perkumpulan Negara digdaya yang kurang sepaham dan saling menunjukan siapa yang berkuasa di dunia ini. Mengapa Indonesia memiliki kesempatan? Bukan karena intelegent manusianya atau kehebatan teknologi yang di miliki Indonesia waktu itu, tetapi di mata dunia Indonesia adalah surge dunia. Beberapa Negara memanfaatkan berbagai cara politik untuk meraih tujuan mendapatkan asset lebih banyak di tanah air Indonesia. Tak heran jika Indonesia menjadi rebutan para penjajah dan salah satunya perang ketika belanda mengusir kongsi inggris dari perairan Indonesia serta jepang yang mencoba merebut tahta di Indonesia, mereka berusaha meminta bantuan rakyat Indonesia dengan memberikan janji akan diberikan kemerdekaan.

Hal ini dimanfaatkan oleh beberapa diplomatis Indonesia di jaman kemerdekaan seperti Ir. Soekarno. Mereka mencoba untuk mendapatkan kemerdekaan dengan jalur perdamaian serta memberikan identitas dan lambang kesatuan untuk nusantara. Pancasila lah yang membuat kita tak ingin goyah dan mengikuti arus untuk bergantung terhadap Negara lain. Salah satu yang merupakan pengambilan keputusan terpenting adalah saat kasus Irian Barat terjadi. Belanda ingin menguasai Papua sepenuhnya dan memberikan instruksi untuk menjaga tanah papua dengan tentaranya. Mereka sadar bahwa perbedaan etnis dan ras dengan masyarakat indonesia pada umumnya, serta kekayaan alam yang melimpah menjadi daya tarik Negara belanda untuk kembali mencoba mendapatkan salah satu kekayaan alam nusantara. Setelah gagal mendapatkan sebagian besar daerah nusantara karena keserakahan mereka untuk berusaha mengambil seluruh wilayahnya dan melanggar perjanjian yang sudah dibuat, kecaman datang dari berbagai pihak internasional karena agresinya. Ir Soekarno mengutus Jendral Soeharto untuk menjadi panglima perang dengan misi mengembalikan papua menjadi bagian dari Indonesia yang dikenal dengan trikora. Namun yang menarik perhatian saya bukan perang mereka, namun identitas pancasila sedang di uji saat itu dimana mereka ingin membuat kerja sama dengan kaum komunis karena didorong dan terpengaruh oleh orang-orang yang paham komunis didalam pemerintahan kala itu. Dan terjadi pembelian senjata kepada kubu uni soviet yang merupakan Negara komunis membuat Indonesia mengancam untuk bekerja sama dengan mereka agar dapat mengusir belanda dari papua. Mengapa Belanda takut? Kalo menurut pandangan saya, Belanda hanya mengikuti instruksi Negara sekutu lainnya yang sadar bahwa hal ini hanya memicu perang dunia III dan akan membuat perpecahan semakin membesar.  Oleh karena itu, Amerika mengajukan beberapa penawaran penting pada Indonesia, namun dalam sejarah menjelaskan bahwa belanda menyerah pada Indonesia. Pada intinya bahwa jika Indonesia bergabung menjadi Negara komunis atau mengaku sebagai Negara yang berpaham akan komunis, identitas pancasila sebagai ideology tunggal yang hanya dimiliki Indonesia akan hancur. 

Oleh karena itu, Terima kasih telah menjaga kembali betapa penting sebuah identitas bangsa dan terutama melestarikannya. Sebuah bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai perjuangan pahlawannya. Sejarah adalah salah satu masa lalu yang menjadikan kita pelajaran dan mencoba meresapi apa arti dari kata perjuangan. Anyway, bahwa yang ingin disampaikan adalah bahwa di jaman sekarang ini sulit untuk menerima banyak sekali yang acuh dan tak peduli tentang apa yang mereka miliki seperti Indonesia ini. Bukan apa yang Indonesia berikan pada kita, tapi apa yang sudah kita berikan terhadap Indonesia. Dan Ir Soekarno telah memberikan sebuah “quote” keren pada kita, jasmerah : jangan sekali-kali melupakan sejarah. Beehhh sadaaappp. Yang harus kita lakukan bukan hanya diam dan menunggu perintah pemerintah atau menunggu suara pemerintah. Kita adalah indonesia yang dimaksud, mengedepankan persatuan dan berusaha melestarkan. Kita tak harus bergantung pada pemerintah karena pada dasarnya ideologi mengajarkan kita bahwa rakyat adalah pemimpin dan penguasa negeri ini yang menjadikan kita sebagai penunjuk jalan keman kita akan berlabuh. Suasana patriotisme dan nasionalisme pada bangsa harus tumbuh dan minimal ada satu hal yang dapat mengharumkan nama bangsa ini di mata dunia. Kita tak perlu pengakuan, yang kita butuhkan adalah berjalan bersama-sama membangun indonesia yang lebih baik. ayo indonesiaku. tetaplah terbang tinggi garudaku, pancasila.