Juventus 3 - 2 AS Roma : Match Fixing?

Juventus dan AS Roma adalah pemuncak dengan poin sama menyapu bersih semua poin dengan 15 poin. Laga ini sudah menjadi topik hangat karena bisa dikatakan laga yang mempertemukan siapa yang akan menjadi terbaik di italia. Setelah lawatan manisnya ke kota manchester rabu lalu membuat roma semakin optimis meraih hasil positif. Bahkan Pjanic melakukan psywar sebelum laga dengan mengatakan “I respect them but I have no friends at juventus”.

Laga dimulai dan semakin memanas di mulai dari menit 25 dimana tendangan bebas pirlo mengenai tangan maicon. Saya memiliki dua asumsi, yang pertama maicon berusaha melindungi muka dari bola atau emang maicon sengaja menghalangi bola yang hampir kena muka. Kalo saya pribadi, maicon lebih menutupi muka karena arah bola tak jauh dari kepala maicon. Dan anehnya lagi maicon meloncat di tipis garis luar kotak pinalti. Ya yang lebih tau yang berada di lapangan juga sih. Dan pinalti sudah terlanjur diberikan pada kubu juventus.

Lima belas menit kemudian, kemelut terjadi didepan gawang juventus dari umpan silang dan leincester tertangkap menahan totti dan terjatuh bersama-sama. Dari sisi ini, saya rasa totti juga bingung mengapa dia dikasih pinalti padahal hanya sentuhan kecil. Demikian bisa juga menjadi foul karena dengan sengaja menutup pergerakan lawan dengan curang. Kalo orang bilang kaya gini mah impas namanya. Dan pinalti ini berbuntut kartu kuning untuk francesco totti yang mendatangi fans roma di bagian pojok kanan stadion.

Iturbe menjadi pahlawan di ujung babak pertama berakhir dengan umpan "segitiga" yang diperagakan gervinho dan dipoles dengan finishing yang ciamik oleh iturbe membuat roma memimpin. Namun gol tersebut bukan ujung dari drama di laga panas ini. Setelah babak pertama akan berakhir dengan tambahan waktu satu menit, Gianluca Rocchi membiarkan Juventus menyerang dan 55 detik yang seharusnya berakhir menjadi malapetaka bagi roma dengan aksi diving pogba dan kembali lagi tipis diluar kotak pinalti. Gianluca menghadiahkan pinalti kedua bagi juventus yang membuat laga berakhir imbang di babak pertama.

Pertandingan antara dua raksasa italia bertemu di Juventus Stadium berakhir dengan kemenangan Juventus kali ini. Melalui sontekan bola voli yang diperagakan oleh bonucci di luar kotak pinalti mengantarkan Juventus memuncaki klasemen sementara liga. Berawal dari umpan crossing yang diumpan dari sisi lapangan yang berujung pada tendangan setengah volly dari kaki bonucci di ujung 5 menit hampir bubar. Dan kali ini lagi-lagi wasit merugikan AS Roma saat Arturo Vidal berada di posisi offside dan menghalangi penglihatan Lukasz Skorupski. Dua “hadiah” pinalti dan satu gol berbau offside menjadi penghias kekalahan pertama roma musim ini. Pertandingan inipun diwarnai dengan ketegangan pemain antara Manolas dan Morata yang berakibat kartu merah bagi keduanya di menit 88. 

Dengan penuh kesalahan ini, Roma menjadi satu-satunya yang harus membayar mahal atas kesalahan yang dibuat wasit Gianluca Rocchi. Juventus dan Roma juga mendapat suspensi atas perseteruan fans mereka di Juventus Stadium. Juventus mendapatkan hukuman denda sebesar €30 ribu dan Roma mendapatkan sanksi sebesar €20ribu.

Susunan Pemain
Juventus (3-5-2): Buffon; Caceres (Ogbonna 46'), Bonucci, Chiellini; Lichtsteiner, Pogba, Pirlo (Vidal 79'), Marchisio, Asamoah; Tevez, Llorente (Morata 59')
Roma (4-3-3-): Skorupski; Maicon, Manolas, Yanga-Mbiwa, Cholevas; Pjanic (Paredes 85'), Keita, Nainggolan; Iturbe (Florenzi 66'), Totti (Destro 75'), Gervinho

Human Error

kemarahan beberapa pemain tak bisa ditutupi setelah laga berakhir dengan keputusan wasit yang kontroversial. Karena keputusan wasit yang menguntungkan juventus akhir-akhir ini semakin menjadi sorotan media dan puncak kekecewaan kali ini telah membuat kapten roma, Francesco Totti angkat bicara saat laga berakhir diwawancarai oleh Skysport, Totti berujar bahwa hal ini terus berulang bertahun-tahun dan berimbas pada hasil pertandingan. "It’s a huge shame after a good performance. We came to Turin to play our game, but you saw what happened and that affected the match. For years the same old incidents keep happening. I don’t know if we were beaten by referees, but we certainly were not beaten by Juventus tonight.” 

Pertemuan ini memang syarat tensi tinggi yang membuat seluruh dunia menatap laga ini sebagai laga penentu di liga yang panjang. Pasalnya setiap poin akan berpengaruh terhadap akhir dari setiap kompetisi. Yang menarik adalah Totti mengatakan bahwa Juventus sebaiknya bikin liga sendiri. hehe peace :) “This was a match we really cared about, but Juventus ought to have their own League, as by hook or by crook they always win. Are we back to the same doubts? I am not the only one saying this, as these are things everyone in Italy should discuss. With Juventus when there is any doubt whatsoever, it’s always a penalty. I have to stop now, as if I keep talking then I’ll get suspended.”

Presiden FIGC, Carlo Tavecchio berbicara di portal Ansa terkait insiden wasit ini, “ The human error of referee’s must be accepted. we accept human error from the referees just like we do from coaches and players. I am convinced that our class of referees is among the best in the world.”

Memang Orang yang satu ini menuai banyak kontroversi dalam beberapa hal. Seperti ketika memberikan suatu gambaran dengan seorang Opti Poba (pemain fiksi) untuk membuktikan kualitasnya jika bermain di luar italia dan tak hanya makan pisang saja. Kalimat yang dilontarkan Presiden FIGC tampak berlebihan dan terlalu rasis yang membuat beberapa petinggi UEFA mengambil peringatan keras terhadap komentar tersebut. Salah satu keputusan yang dibuat adalah memberikan sanksi larangan melakukan aktivitas di sepakbola/banned oleh UEFA selama 6 bulan karena kalimat tersebut. Dalam investigasi beberapa reporter mengatakan bahwa komentar yang dikeluarkan merupakan bukan contoh yang baik untuk menjadi seorang presiden FIGC. Dan selanjutnya, berimbas pada karir wasit pertandingan sendiri, dengan melarang Gianluca Rocchi memimpin laga juve-roma.


Comments

James Milner said…
Emang kejam banget tuh wasit bisa ngasih keputusan absurd banget.. kelaitan ngga bisa memimpin pertandingan.. emang dari dulu saya masih meragukan liga italia dipimpin sama mafia sepakbola..
semoga bukan calciopoli yang selama ini kita bayangkan

Popular Posts