5 Gol Bunuh Diri Mencoreng Sportifitas Sepakbola Indonesia

Jika melihat kebelakang hal ini mengingatkan pada laga final antar Indonesia dan Thailand ketika bertemu di Final AFF dimana Indonesia mendapatkan kesempatan untuk memenangkan pertandingan dan menjadi kampiun untuk pertama kalinya. Namun naas dengan instruksi dan ancaman pihak dalam, pemain Indonesia dimenit terakhir menjebolkan bola ke gawang sendiri. Hal ini terkenal dengan sebutan sepak bola gajah. Banyak kecaman dari berbagai pihak atas kasus ini yang menyangkut dengan Bandar judi hingga skorsing seumur hidup si pemain. Dan kali ini, kembali terjadi dengan kejadian tak sportif di sepak bola Indonesia. Dua Tim yang berlaga di Divisi Utama Indonesia berusaha mendapatkan tiket naik kasta tertinggi liga Indonesian Super League. Kedua tim tersebut adalah PSS Sleman dan PSIS Semarang. Kedua tim tersebut terang-terangan dengan menghindari tim borneo FC yang baru saja memuncaki posisi grup sebelum laga hampir usai, sehingga kemungkinan besar jika memenangi pertandingan tersebut akan membuat tim pemenang laga bertemu borneo FC. Hal inilah yang mencoreng sportifitas olahraga ketika kedua tim berusaha untuk mengalah di pertandingan tersebut.


Sleman - Pertandingan janggal terjadi di laga terakhir Grup 1 kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia. Lima gol bunuh diri tercipta saat PSS Sleman menang atas PSIS Semarang. Di Sasana Krida Akademi Angkatan Udara, Minggu (26/10/2014) sore WIB, 'Laskar Sembada' dan 'Laskar Mahesa Jenar' sebenarnya tinggal melakoni pertandingan 'formalitas'. Baik PSS maupun PSIS sudah dipastikan lolos ke babak semifinal setelah sama-sama mengumpulkan 11 poin. Laga terakhir ini hanya akan menjadi penentu juara grup. Dalam hitung-hitungan di klasemen, PSS cuma butuh hasil imbang 0-0 atau 1-1 untuk menjadi juara grup. Sementara itu, PSIS akan menjadi juara grup andai pertandingan berakhir dengan imbang 2-2 atau lebih.

Sang juara grup akan berhadapan dengan Borneo FC, yang sudah memastikan lolos ke semifinal Divisi Utama. Karena diduga bertujuan menghindari Borneo FC kedua tim kemudian memilih mengalah dengan banyak-banyakan bikin gol bunuh diri. Nah, lolosnya Borneo FC juga diiringi kejadian yang tak biasa. Persis Solo yang menjadi lawan Borneo FC memilih untuk tak menghadiri laga karena mengaku mendapatkan teror dari pendukung tuan rumah saat hendak melakukan ujicoba lapangan. Borneo FC akhirnya diputuskan menang WO dengan skor 3-0.

Kembali ke pertandingan PSIS dengan PSS, ini merupakan laga usiran akibat insiden meninggalnya seorang suporter dalam pertandingan antara PSS melawan PSCS Cilacap. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan oleh detikSport, kedua kesebelasan sudah sejak awal menunjukkan keengganan bermain dan meraih kemenangan

Bahkan di babak kedua, penggawa PSS hanya melakukan passing di daerah pertahanan sendiri, sementara para pemain PSIS sama sekali tak melewati garis tengah lapangan. Awal terjadinya parade gol bunuh diri dalam pertandingan itu di mulai pada menit 86. Pemain PSS, Hermawan Putra Jati, melakukan gol bunuh diri. Dua menit setelahnya, Agus Setiawan, juga membobol sendiri gawangnya, PSIS pun unggul 2-0 atas tuan rumah.

PSIS pun lantas merespons hal tersebut. Fadli Manan melakukan gol bunuh diri di menit 89. Gol itu lantas disusul dengan sepasang gol bunuh diri lainnya yang dibuat Komaedi pada menit 90 dan masa injury time. Alhasil tercipta lima gol bunuh diri dalam selang sekitar enam menit saja. Saat gol bunuh diri kedua, Komaedi juga sedikit melakukan perayaan. PSS pun akhirnya menang dengan skor 3-2, dan dipastikan menjadi juara grup dengan koleksi 14 poin, unggul tiga poin dari PSIS.
 source : sport.detik.com  


Peristiwa ini tak bisa didiamkan begitu saja mengingat ini menyangkut tentang sportifitas olahraga. Jika dibiarkan akan memudahkan setiap insane olahraga melakukan segala cara untuk meraih tujuan walaupun dengan cara yang tercela. Hal ini juga bukan contoh yang baik untuk para atlet muda karena di masa mendatang akan bisa menimbulkan mental para atlet berlaku hal yang sama. Semoga hal ini ditindak lanjuti agar memberikan efek jera sehingga memiliki kualitas sepakbola yang menjunjung sportifitas dan mental pemenang sejati.




Comments

Ashley Teller said…
memang sedikit memalukan sih jika melihat sepakbola indonesia
berharap udah ngga ada lagi sepakbola gajah di indonesia

Popular Posts