Roma 2 – 0 Cagliari : Veni Rudi Vici Vs Zemanlandia

Roma harus menjajal laga yang berat ketika harus menjamu Cagliari, setelah 3 hari sebelumnya berhadapan dengan raja rusia CSKA Moscow.  Cagliari tidak bisa dipandang sebelah mata, ada barisan penyerang andalan yang baik seperti Ekdal, Sau, dan anak dari legenda roma Bruno Conti, Alberto Conti.Anak asuh Rudi Garcia menandai kemenangan dengan kemenangan 2-0. Gol pertama dibuka dengan kerjasama apik yang diperagakan dari kaki Manolas yang menggiring sampai setengah lapangan dengan memberikan umpan datar pada Gervinho langsung memberikan umpan trough pass pada florenzi yang menghasilkan assist datar pada destro yang dikonversi menjadi gol. Ribet!.

Gol kedua datang kembali dari Gervinho yang mendapatkan umpan pin point pass dari keita dan langsung diumpankan pada florenzi yang menghasilkan gol kedua sekaligus gl penutup pada pertandingan malam itu. Ada yang menarik ketika florenzi melakukan selebrasi golnya ketika berlari menuju kursi VVIP untuk memeluk neneknya berusia 92 tahun yang menonton ke stadion untuk pertama kalinya. Momen tersebut merupakan momen yang special dan emosial menurut Rudi Garcia. Hal ini mendapatkan kartu kuning karena selebrasinya. 10 goal dengan 1 kebobolan dari 4 pertandingan terakhir menjadi hal yang special bagi Rudi Garcia tersendiri. Rudi merasa ia menggunakan mindset yang sama dengan CSKA Moskow saat menghadapi Cagliari. Dan hal ini tidak berpengaruh terhadap siapa yang bermain. Yanga melakukan debutnya dengan baik kala menjadi starter di Laga melawan Cagliari dan menjadi pengganti saat Astori mengalami cedera.Hal ini menunjukan bahwa pemain mampu beradaptasi dengan system yang diterapkan Rudi Garcia.

Zemanlandia

Zemanlandia tak berubah sama sekali ketika beliau menjadi alenatore Cagliari saat ini. Menyusun 7 pemainnya sejajar saat kick-off adalah cirri khas permainan yang diperagakan anak asuh zeman. Zemanlandia sendiri memang terkenal dengan strategi American football yang zeman terapkan. Namun hal ini menjadi concern ketika berhadapan dengan topic pertahanan. Lemahnya pertahanan asuhan zeman menjadi hal yang tabu untuk mengatakan sulit dijebol lawan. Zeman yang dua tahun lalu menukangi roma datang ke olimpico kali ini menjadi tamu. Ada hal baru seperti pembuktian untuk zeman bahwa dirinya merupakan hal yang positif dalam sejarah roma. Zeman dengan khas kritikannya berpendapat bahwa ketika di roma ia mendapatkan kritik keras membangku cadangkan de rossi terlalu lama dan hal ini dijawabnya dengan mengatakan bahwa ia tak membutuhkan defender ke lima. De Rossi yang berposisi sebagai gelandang bertahan memang bermain sebagai penyeimbang dan penyambung antara pertahanan dengan penyerang. Dan hal ini menjadi hal yang tak bisa terhindarkan ketika Zeman menolak untuk menggunakan jasanya kala itu.

Bertemu dengan Veni Rudi Vici

Pernah mendengar kalimat Veni, Vidi, Vici? Kalimat ini merupakan kalimat yang dilancarkan oleh raja romawi kala itu Julio Caesar yang artinya Kami Datang, Kami Melihat, dan Kami Menang, yang bermakna bahwa ketika kami datang, kami pasti akan menang dengan mudah. Rudi menerapkan hal yang seimbang dengan pertahanan dan menyerang. Dan hal itu dilakukan dengan secara bersama-sama. Ada hal lain yang menjadi pandangan baru yaitu ketika kembalinya performa Gervinho ketika berada di liga prancis bersama Rudi Garcia. Gervinho berubah menjadi garang dan banyak melakukan penetrasi yang jarang terlihat ketika menjadi pemain arsenal. Gervinho mengungkapkan bahwa kepercayaan yang diberikan untuk bebas bergerak oleh Rudi Garcia menjadikan dirinya mampu mengekspresikan bakatnya itu. Keita mantan pemain barcelona ini mengatakan bahwa Rudi Garcia memiliki kemiripan dengan Guardiola yang menerapkan taktitk lebih memilih untuk menyerang sebagai strategi bertahannya. Rudi Garcia menerapkan anak asuhnya untuk menguasai bola lebih lama dan hal ini berhasil dengan memberika 3 clean sheet di 3 laga serie A. Pertandingan melawan Cagliari menjadi pertandingan yang menarik karena keduanya menerapkan permainan yang terbuka. Dan jual beli serangan menjadi pemandangan yang tak terhindari dari kedua tim. Gol dimenit-menit awal menjadikan konsentrasi Cagliari buyar dan mulai mengendorkan serangan. Dibabak kedua tak banyak berubah dan permainan roma sedikit lebih “nyaman” dengan menguasai bola lebih lama.

Comments

Popular Posts