Computer Assisted Test : CAT Sebagai Solusi Penghapus KKN dalam Rekrutmen Pegawai

watch_later Wednesday, 17 September 2014
Menjawab tantangan sekaligus tuntutan masyarakat atas teknologi semakin berkembang dengan menginginkan adanya rekrutmen CPNS secara tept, bersih, transparan, dan objektif. Maka BKN selaku penyelenggara dan yang bertanggung jawab dalam hal ini meluncurkan Computer Assisted Test(CAT). CAT merupakan metode ujian dengan menggunakan aplikasi komputer. CAT pada penggunaannya nanti akan sangat efisien dan fleksibel. CAT bisa digunakan dalam rekrutmen dan seleksi CPNS ataupun untuk kepentingan rekrutmen dan seleksi bisang kepegawaian yang lain.

CAT merupakan hasil dari studi banding yang dilakukan pemerintah pada negawa lain yang telah menggunakan CAT misalnya Filipina yang menggunakan Civil Service Commission yang merupakan test yang hampir serupa. Pada penerapannya di negara Indonesia dengan beberapa perubahan yang disesuaikan dengan norma, situasi dan kondisi sistem kepegawaian yang ada sekarang ini.

Menurut Direktur Rekinpeg, Drs Purwanto M.M, tujuan rekrutmen dan seleksi dengan CAT adalah untuk mempercepat proses pelaksanaan ujian dari pemeriksaan hasil ujian dan menciptakan standarisasi hasil ujian secara nasional dan menetapkan standar nilai. Lebih jauh Purwanto menambahkan bahwa seleksi CPNS secara komputerisasi bertujuan untuk menghindari kemungkinanadanya KKN dalam proses rekrutmen CPNS. Dalam aplikasinya, peserta tes dapat langsung mengetahui hasil/nilai setelah tes usai. Kelulusan ditentukan dengan scoring. Peserta yang ditanyakan lulus langsung memperoleh sertifikat kelulusan yang direncanakan akan berlaku selama dua tahun.

Ditinjau dari segi pelaksanaan, CAT ini akan mempermudah peserta tes dalam mengerjakan soal-soal tes. Dengan aplikaasi CAT, peserta tes tinggal menyalakan komputer dan mengklik aplikasinya. Untuk mempercepat penerapan CAT, BKN memulai dengan mempersiapkan laboratorium CAT. Laboratorium ini dilengkapi dengan fasilitas komputer dengan aplikasi CAT. Setiap komputer diprogram dengan aplikasi soal-soal yang variatif. Untuk kebutuhan jangka pendek, bank soal harus menyediakan minimal 5000 butir soal.

Pengadaan laboratorium CAT dan persiapan SDM yang kompeten di bidangnya adalah bukti bahwa BKN tidak main-main dalam membidangi lahirnya CAT. Simulasi perdana pelaksanaan CAT telah dilaksanakan BKN November 2008 lalu.

sumber :http:/www.bkn.go.id