Berwudhu cara nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam

watch_later Tuesday, 23 September 2014
 
Photo by rumaysho.com

Pagi ini saya melihat seseorang dengan wudhu yang berbeda. Saya melakukan wudhu dengan cara yang berbeda pula dan orang lain pun melakukan cara berbeda dengan orang tersebut. Saya berpikir bahwa apakah wudhu yang saya peragakan merupakan cara yang salah. Dan Saya kembali berpikir mengapa banyak sekali perbedaan dalam berwudhu padahal wudhu merupakan bagian dari sholat yang tak bisa terlepas. Nabi Muhammad SAW bersabda :

لاَ تُقْبَلُ صَلاَةُ أَحَدِكُمْ إِذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ
“Shalat salah seorang di antara kalian tidak akan diterima -ketika masih berhadats- sampai dia berwudhu.“

Dalam konteks ini, saya melakukannya dengan cara yang salah. Saya sadar bahwa hal ini bukan hal sepele dan jangan sampai diremehkan karena bisa merusak kesempurnaan dalam sholat. Saya membasuh bagian kepala dengan memisahkan bagian telinga sehingga membasuh bagian kepala rambut tiga kali dan telinga tiga kali. Berikut tata cara yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :
1. Berniat –dalam hati- untuk menghilangkan hadats.
2. Membaca basmalah: ‘bismillah’.
3. Membasuh kedua telapak tangan sebanyak tiga kali.
4. Mengambil air dengan tangan kanan, lalu dimasukkan dalam mulut (berkumur-kumur atau madmadho) dan dimasukkan dalam hidung (istinsyaq) sekaligus –melalui satu cidukan-. Kemudian air tersebut dikeluarkan (istintsar) dengan tangan kiri. Hal ini dilakukan sebanyak tiga kali.
5. Membasuh seluruh wajah sebanyak tiga kali dan menyela-nyela jenggot.
6. Membasuh tangan –kanan kemudian kiri- hingga siku dan sambil menyela-nyela jari-jemari.
7. Membasuh kepala 1 kali dan termasuk di dalamnya telinga. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kedua telinga termasuk bagian dari kepala” (HR Ibnu Majah, disahihkan oleh Al Albani). Tatacara membasuh kepala ini adalah sebagai berikut, kedua telapak tangan dibasahi dengan air. Kemudian kepala bagian depan dibasahi lalu menarik tangan hingga kepala bagian belakang, kemudian menarik tangan kembali hingga kepala bagian depan. Setelah itu langsung dilanjutkan dengan memasukkan jari telunjuk ke lubang telinga, sedangkan ibu jari menggosok telinga bagian luar.
8. Membasuh kaki 3 kali hingga ke mata kaki dengan mendahulukan kaki kanan sambil membersihkan sela-sela jemari kaki.

Demikian wudhu yang diajarkan menurut nabi. Segala kesalahan milik manusia, dan kesempurnaan milik Allah. Fastabiqul khoiroot. Semoga Bermanfaat!