Walter Sabatini : The Wolf of Mercato

Untuk menyadari hal ini, Pecinta Roma haru mengetahui cerita musim panas ini. Berdiri di tempatnya menjadi Direktur Olahraga , Sabatini, memilki Kinerja yang mengagumkan selama berada di Roma.
Mesin pencari talenta yang berani mengambil resiko adalah karakternya yang dijalani ketika memerankan peran penting dalam pasar transfer musim panas ini. Ini adalah pertunjukkan yang sebenarnya. Lebih dari sekali Sepak bola italia memiliki respon meragukan ketika Sabatini mengexploitasi transfer roma selama musim menjelang bergulir. Membawa transfer termahal di transfer windows sejauh ini di italia, yaitu winger dari Verona Juan Manuel Iturbe.


Dengan harga mahal 22 juta euros, Ia menjadi pembelian terbesar ke empat dalam sejarah Roma setelah Gabriel Batistuta, Antonio Cassano  dan Vincenzo Montella. Dalam seminggu, Pemain berdarah Paraguay yang lahir di argentina, merupakan satu dari "New Messis," yang terlihat akann bergabung dengan juara musim lalu Juventus. La Stampa, melaporkan penerbangan sudah dibooking untuk keberangkatannya dari Frankfurt ke Turin siang harinya tanggal 16 Juli. Lalu apa yang terjadi?

Well, sehari sebelum Iturbe melakukan perjalanan, Pelatih Juventus Antonio Conte memutuskan untuk mundur dari kursi pelatih. Klub sudah membuat pernyataan perihal itu. bahkan preseason sudah bergulir dan suksesor untuk menggantikannya harus segera didapatkan management juventus. Sebuah kesempatan langka bagi Sabatini. Penawaran yang sudah diterima Verona. Kemudian pemain dan agennya terbang langsung ke Roma dan perjanjiang kontrakpun berjalan lancar. Kesepakatanpun dilakukan dalam 36 jam yang membuat Juventus disisi lain terkejut.

Untuk mengambil keuntungan merupakan drama yang cukup menegangkan dimenit-menit terakhir. Saat kehilangan Conte, Juventus kehilangan kesempatan terbaiknya mendapatkan iturbe. Hal ini bukan satu-satunya pertunjukan besar Sabatini pada bulan juli ini yang menambah antusias di kubu roma. Lazio adalah korban sabatini selanjutnya. Mereka sedang melakukan negosiasi dengan pemain belakang Cagliari, Davide Astori yang dimulai dari akhir musim lalu. Presiden Lazio, Claudio Lotito sudah mulai bergairah ingin segera mengenalkan pada publik pemain anyarnya. Pembayaran yang belum disediakan dengan tambahan beberapa ratus ribu euro untuk mempertemukan negosiasi harga yang mencapai harga sang pemain 7 juta euros, Ia memprediksi bahwa nantinya Presiden Cagliari akan luluh juga pada penawarannya. Yang menjengkelkan dari ini semua bagi Lazio adalah Cagliari tak ingin melanjutkan pembicaraan transfer pemain malah justru mengikatnya dengan kontrak anyar. Jika ia tak pergi ke lazio, Ia akan tinggal di Sardinia minimal sampai musim depan.

Sabatini, mendadak melakukan penawaran resmi terhadap Cagliari setelah sekian lama hanya menjadi rumor dan pemain langsung melakukan perjalanan menuju Roma. Bahkan bermain tanpa bola, Lazio harus mengalah pada derbi roma yang pertama musim ini. 500 fans lazio menunggu di hotel Auronzo dimana mereka meminta jawaban kepada sang presiden. Hal ini merupakan tamparan keras bagi pendukungnya.
Langkah ini menjadi langkah awal yang positif dengan datangnya Iturbe dan Astori dalam skuad, Roma bukan hanya memiliki kekuatan tetapi juga mengirim psywar dengan cara mendatangkan satu dari bidikan mereka.

Benatia didatangkan dengan harga 12 juta euros dari udinese, dengan satu musim menjadikan benatia raja pertahanan musim lalu. Bagaimanapun, minggu ini akan menjadi spekulasi baru tentang masa depan Mehdi Benatia. Berbicara pada La Gazzetta dello Sport di akhir musim: "Sebelum membeli mereka, Roma berbicara padaku: 'Bena, Kita ingin memberikanmu lebih dan kamu menolak banyak uang. Datanglah, tunjukkan bahwa kamu layak berada di Roma and jika kamu membawa kami ke Champions League atau memenangkan Scudetto kami akan memberikanmu kontrak baru' tetapi setelah penawaran yang tak bisa ia terima. Saya mendengar bahwa saya mengatakan ingin mendapatkan kontrak sebesar 4 juta euros setahun. Tetapi faktanya saya tak meminta lebih dari 3 juta euros." Namun faktanya Benatia menolak mentah-mentah penawaran pembaharuan kontrak dari Management roma. Tak cukup sampai disitu, Roma kali ini sedang dihantui kepergian yang dipaksakan oleh sang pemain. Benatia yang ingin segera meninggalkan trigoria untuk menerima pinangan Bayern. Hal ini membuat Sabatini bergegas untuk mencari pengganti yang solid sepertinya. Roma ingin melakukan langkah yang sama terhadap pengganti benatia, pemain yang berpengalaman di liga champions adalah porsi yang di inginkan management roma.

Kostas Manolas dan Eder Alvarez Balanta dikaitkan dengan roma minggu ini. Jika Kostas datang ke roma, maka Arsenal adalah korban sabatini selanjutnya. Media inggirs menyebutkan bahwa manolas akan menjadi suksesor Vermeulen yang hijrah ke barcelona. Manolas merupakan pemain muda yunani yang musim ini laris manis menjadi target incaran banyak tim-tim eropa. Dengan pengalaman champions league dan world cup menjadi pemain menjanjikan terkait usianya yang masih menginjak 22 tahun.

Dibalik itu, Klub juga dapat memberikan poin penting terhadap ketertarikan banyak klub di bursa transfer untuk benatia: jika David Luiz dibeli PSG dengan harga 49.5 juta euros dan Porto mendapatkan 30.5 juta euros dari Man City untuk Eliaquim Mangala lalu bagaimana dengan Benatia, yang menjadi bahan perdebatan untuk menjadi pertahanan terbaik di Europe musim lalu?
Dalam rekornya ia membeli Aleksandr Kolarov dan Stephan Lichtsteiner dengan jumlah 1.7 juta euros ketika menjabat di Lazio. Setelah itu mereka menjual dengan harga 28  juta euros. Ia membawa Javier Pastore dan Simon Kjaer dengan harga 9 juta euros disaat Palermo. Lalu mereka jual dengan harga 55.5 juta euros. Di Roma, Ia membeli Marquinhos dan Erik Lamela dengan harga 22.7 juta euros dan menjual mereka dengan 61.4 juta euros.

Sabatini memberikan tambahan transfer yang mengkilap musim panas ini. Skuad Roma musim ini lebih memiliki kedalaman dibandingkan musim lalu. Mereka mempunyai dua pemain berkelas di posisinya. Banyak hal positif yang dilakukannya dalam menambah skuad, bahkan dengan gratis, seperti Ashley Cole, Roma mencoba peruntungan untuk mengulang trik yang sama ketika mereka melihat performa Maicon musim lalu: ini merupakan pembelian world-class full-back yang sudah mempunyai pengalaman namun masih sanggup mengarungi laga-laga berat. Seydou Keita adalah pemain lain yang sudah mengemas medali emas Champions League untuk menambah pengalaman Roma terhadap kompetisi di Champions league musim ini.

Bersama dengan pembelian lainnya, talenta muda fenerbache Salih U├žan dan peminjaman dengan opsi pembelian, telah dibayar lunas, Nainggolan. dan Roma sekarang memiliki pelapis untuk pilihan pertama dengan membandingkan Miralem Pjanic yang menandatangani kontrak sebelum World Cup. Lalu ada Kevin Strootman dan Daniele De Rossi. Selain itu, pemain serba guna, Urby Emanuelson, baru saja didatangkan untuk mengisi kekosongan Rodrigo Taddei untuk musim ini. Selanjutnya dilihat dari pemain depan: Adem Ljajic akan bertarung dengan Gervinho untuk tempatnya disisi kiri dan Alessandro Florenzi dengan Iturbe disisi kanan. Di ujung tombak (atau False 9) Francesco Totti adalah back-up dari Mattia Destro. Dengan catatan ini, anda kan melihat skuad yang akan roma arungi bersama.
Roma pergi dengan status favourite sebagai kampiun musim ini setelah terakhir menyandangnya 2001-02 silam ketika mereka terakhir mengangkat trophy. Bagaimana mereka mengatasi harapan dan tambahan tekanan untuk menjalani musim ini? Ini akan menjadi kunci besar. Roma tidak terlihat sebagus ini dalam kurun waktu yang panjang.

Comments

Popular Posts