Tumuh Dewasa

Menerangi pagi, menyadari diriku yang tumbuh dewasa. Sesaat bahwa kedewasaan tumbuh natural didalamnya. Memberikan benih-benih bijak didalam tutur kata. Hanya saja tak semua orang tumbuh dewasa. Dewasa dalam berpikir tak selamanya berada dalam tubuh orang dewasa. Hanya saja, aku sedikit mengalami banyak perubahan didalamnya. Yang semakin mengerti makna hidup dan menjalani banyak pengalaman sertanya. Didalam seling malangnya menjadi indonesia. Harus terjerat dalam keadaan pelik cinta pula. Sungguh sulit berada di ranah mafia. Hanya saja, aku tak harus diam. Berjuang dengan jalan sendiri. Menentukan arah tujuan sendiri. Tak harus memohon dan mengemis tuk kembali. Namun mencari kehidupan sendiri mulai jadi pilihan yang baik. Hanya saja, aku mulai merasa bahwa semua ini sia-sia. Sungguh sia-sia. Aku yang kupikir adalah orang terkuat dalam bentuk hati. Mulai lemah ketika menyadari betapa bodohnya perasaan ini. Tak merasakan dan hilang. Aku pikir aku kan merasakannya selamanya. Maka aku simpan dan kujaga keadaan itu sampai akhir. Mungkin inilah akhir yang kumaksud. Hanya saja, kehilangan semua memori tak seperti yang ditujukan. Bersikap bijak pun akan menjawab tanpa alasan.

Comments

Popular Posts