Salih Ucan : The Turkish Afro

watch_later Saturday, 30 August 2014
Transfer Salih Uçan dari Klub yang meriah peringkat pertama di liga turki musim lalu, Fenerbahçe, membuat AS Roma bagaimanapun layak diberi pujian. Uçan, merupakan mantan pemain Bucaspor yang sekarang berseragam Roma, masih berusia 20 tahun, datang ke Rome dengan status pinjaman dua tahun yang diakhir kontrak akan diputuskan dipermanenkan atau tidak. Apakah Roma akan memilih untuk mempermanenkan Ucan, yang harus merogoh biaya sebesar 15 juta euros untuk pemain yang sudah siap dan punya talenta besar sebagai pewaris generasi pemain Turki. Kesepakatan ini akan menjadi Salih menjadi pemain turki termahal sepanjang masa, secara garis besar dapat mengimbangi pengeluaran Atletico Madrid untuk pemain Galatasaray, Arda Turan di tahun 2011.

Salih datang ke Istanbul di musim 2012-13 dibawah asuhan Aykut Kocaman, yang merupakan mantan pemain fenerbache sekaligus legenda klub. Bermain di semua kompetisi tetapi salah satu pertandingan sebagai pemain Fenerbahçe yang dapat dikenang adalah di semifinal Europa League,dimana Salih masuk dalam nama di daftar UEFA sebagai salah satu pemain terbaik Europa league. Diberikan  berdasarkan bagaimana dia berpengaruh pada game melawan BATE Borisov dan mencetak skor melawan kipper Viktoria Plzen.

"Saya bermain baik di beberapa spertandingan besar bersama Fenerbahçe. Sabatini menginginkan saya dibalik kesuksesan saya bersama fenerbache." Salih mengatakan di konferensi pers saat kedatangannya di roma.

Setahun yang lau, Salih merupakan jantung permainan Timnas Turki di kompetisi UEFA U-19 European Championships dan FIFA U-20 World Cup. Turki gugur di babak 16 besar oleh tim kuat Prancis yang memiliki pemain sekelas Paul Pogba, Geoffrey Kondogbia dan Kurt Zouma. Les Bleus memenangkan kompetisi namun reputasi Uçan bertambah.

Ketika ia pergi dari Akademi Bucaspor di tahun 2011, Ia mendapatkan kesempatan untuk pergi ke luat negeri seperti Manchester City, Villarreal dan Rubin Kazan yang dilaporkan sangat tertarik pada kemampuannya tetapi Salih lebih memilih untuk tetap dinegaranya bergabung bersama Fenerbahçe dengan nilai transfer sebesar 1.5 juta euros. Karirnya bersama Fenerbache dimulai dengan menjanjikan mencapai konsistensi, Salih ikut bagian dalam 16 pertandingan yang membawa fenerbache menjuarai liga di musim pertamanya. Dengan kekalahan lebih awal di kompetisi Turkish Cup. Musim itu.
Pemain tengah yang komplit, Salih memiliki ptensial menjadi salah satu yang terbaik. Control bola yang indah dan kedua kaki yang cepat dengan visi bermain yang baik, Uçan cakap dalam erbagai hal, nyaman dibeberapa posisi tengah tetapi dengan semua kualifikasi yang dimiliki dapat bermain lebih menyerang , serta kemampuannya membaca permainan.

Salih adalah pesepakbola yang bermain dengan otak, lebih peka terhadap apa yang terjadi disekitarnya dan pemain yang mampu melihat dan membaca  pergerakan musuh dengan beberapa potensi gerakan sebelum ia memainkan bolanya. Pemain dengan kualitas besar memerlukan adaptasi di sepakbola italia. Beberapa musim yang dihabiskan dapat memoles aspek bertahannya, menjadi lebih disiplin dengan pemain lain dan mengembangkan fisik bersama AS Roma dapat mendorong Uçan berada di level pemain tengah kelas dunia.

Dengan opsi pemain tengah yang dimiliki Rudi Garcia -- Miralem Pjanić, Kevin Strootman, Daniele de Rossi, Radja Nainggolan dan Seydou Keita – tidak akan mudah bagi Salih untuk dapat menembus tim utama Roma tetapi dengan pergerakannya di Serie A, perkembangannya akan menjadi pertimbangan apakah ia akan bertahan atau kembali ke liga turki. Seria A adalah jalan yang baik untuk mengembangkan potensinya dibandingkan dengan Turki yang memiliki reputasi buruk terhadap pengembangan pemain muda.

Arda Turan menjadi langkah awal bagi pemain turki yang ingin hijrah ke luar negeri untuk emngembangkan karirnya dengan menjadi salah satu prontagonis Champions league bersama Atletico Madrid, secara fisik menjadi lebih kuat. Melihat beberapa pemain yang kembali setelah petualangannya di eropa,karir Emre Belozoglu meningkatkan permainannya dengan menimba ilmu di negeri Italy dan Inggris. Beberapa kelemahan permainan Salih adalah kecenderugnan membawa bola lebih lama, kurangnya disiplin dalam mematuhi strategi, lebih memilih kolektifitas individual akan dihapus dibawah sauhan pelatih Garcia dengan metodeloginya dan filosofi bermain timnya.

"Disini banyak pemain tengah Roma yang dapat memimpin tim meraih sukses. Saya merasa saya seorang pemain tengah tetapi Saya bermain di daerah yang berbeda didalam lapangan. Saya dapat bermain bahkan dilubang" Lanjutnya di Press konferensi kedatangannya.

Kemampuan serba bias akan membuatnya berdiri dengan pengaruh positif di awal karirnya bersama roma. Uçan sudah menunjukkan bahwa dirinya sudah cukup untuk bermain di skuad utama Roma. Meskipun kemungkinan hanya bermain sedikit namun hal ini dapat membantu perkembangan salih ucan untuk bermain di kompetisi yang memiliki level lebih sulit disbanding dengan musimnya bersama fenerbache. pertandingan preseason menunjukkan permainannya di laga bertajuk US Tour melawan Liverpool dan Manchester United yang menuguhkan banyak pemain-pemain mudanya bermain.
Salih tidak hanya membuktikan dirinya musim ini bersama roma namun ia juga dapat mempertontonkan potensinya pada pelatih Turki, Terim.