Skip to main content

Posts

Featured

Suratan Takdir : Menjelma dari tamak menjadi syukur

Pada desember ini, rasanya sudah banyak sekali waktu yang dilewatkan begitu saja, sumpah kaya baru kemarin aja, kalimat cliche yang terus terang nyengir dibenak kepala saya. Baru jadi orang yang sedang beradaptasi di kota baru, bersinggah memang tak nyaman awalnya, suasana baru dengan cerita baru, kekurangan yang mencoba dipertahankan dalam berbagai situasi. Baru saja tepat dua mingguan saya berada di karawang dengan segala kekurangannya.

Panas, memang terkenal panas, gersang , iya gersang, sedikit perbedaannya adalah lebih mudah diputari seperti kota cilacap, kota industri yang disetting kotanya mudah dikelilingi dalam hitungan menit. Saya merasakan suasana rumah saya, gersang, banyak sawah, debu bertebaran, dengan satu titik pusat kota yang itu-itu saja.

Pada detik ini, saya tak terlalu berharap banyak pada kota karawang.

Ada satu hal yang membuat saya seperti sedang di cilacap, ngapak. dimana-mana ngapak, restorasi toko-toko dan jenis jenis makanan yang tak jauh beda, beserta cita…

Latest posts

Love For Sale 2 : Arini Oh Arini

Smalling : Meme yang berubah menjadi Momok

Blog ini adalah sebuah penyesalan

El Camino : A Breaking Bad Movie (2019) : Awal yang baru?

Jokowi dan Prabowo : Poros Politik Yang Sedang Memikirkan Masa Depan

Kim Tae Ho : The Mastermind behind Yoo Jae Suk

Miss Sloane : Kartu Truf adalah Koentji?

The Break up : Eveything is up to under circumtances right?

Ne Zha : Karakter dan Takdir

the adjustment bureau : Emely Blunt, that's all I need